MAUMERE, FLORESPOS.net-Pelindo Cabang Maumere melaksanakan pembagian paket sembako kepada para pengurus, pengawas dan anggota di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Laurens Say Maumere.
Paket sembako yang diberikan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru ini berjumlah 184 paket sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan dan tepung terigu.
“Paket sembako ini merupakan program serentak tahunan di beberapa wilayah pelabuhan,” sebut General Manager Pelindo Cabang Maumere, Angga Adi Prebawa saat kegiatan di ruang tunggu dermaga 4 Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kamis (18/12/2025).
Angga sapaannya mengatakan, pembagian paket sembako ini dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat khususnya kepada anggota TKBM yang merupakan buruh pelabuhan.
Dirinya menjelaskan, perusahaan sering membagikan paket sembako kepada warga yang merayakan hari raya Idul Fitri, Natal dan juga kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Pihaknya juga menyalurkan bantuan lainnya dan juga berbagai program lainnya yang sejalan dengan strategi dan arahan dari kantor pusat Pelindo.
“Kami juga memberikan paket bantuan sembako kepada masyarakat yang tinggal di ring satu pelabuhan Laurens Say Maumere khususnya masyarakat Kelurahan Kota Uneng,” ungkapnya.
Angga berharap bantuan ini bisa bermanfaat kepada masyarakat yang menerimanya dan semoga bisa memberikan dampak positif.
Lanjutnya, PT. Pelindo juga selalu bisa hadir dan memberikan komitmen untuk mensejahterakan masyarakat sekitar yang mana hal ini searah dengan visi misi Presiden Prabowo.
Sementara itu Kepala Koperasi TKBM Maumere Novensius Bana menyebutkan, Pelindo berbagi sembako ini biasa dilakukan setiap tahun saat menjelang hari raya Natal.
Dia mengatakan, dengan keadaan buruh bongkar muat yang serba kekurangan apalagi menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru harga sembako mengalami kenaikan sehingga bantuan paket sembako sangat membantu para buruh.
“Penghasilan buruh bongkar muat tidak menentu sebab kalau tidak ada kapal bersandar maka tidak ada penghasilan. Kalau rata-rata sehari bisa mendapat pemasukan Rp100 ribu sampai Rp350 ribu tapi itu juga tergantung ada tidaknya kapal,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










