Hasilnya luar biasa. Sebelumnya, di wilayah itu hanya terdapat 3 titik lampu jalan sehingga jalan jalan di wilayah itu umumnya gelap gulita. Kini sudah terpasang 45 titik lampu jalan yang membuat menyala dan terang benderang jika melintas atau berada di wilayah kelurahan itu.
Kategori Inovasi Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Budaya

Pada kategori pemberdayaan ekonomi, sosial dan budaya ini terdapat 4 inovasi yang masuk nominasi. Empat inovasi dimaksud, yakni Inovasi Bu Memi, Inovasi Kopi Tite, Inovasi Kampung Seribu Kolam dan Inovasi Prima KUB.
Inovasi Bu Memi (Budidaya Melon Premium) yang diusulkan oleh Viktorianus Suban Hokon dari Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga ini merupakan terobosan pertanian modern sebagai hasil penerapan ilmu dari magang di Jepang tahun 2023.
Inovasi ini menjawabi rantangan utama pertanian di Flores Timur seperti cuaca ekstrem, serangan hama, dan kualitas hasil yang tidak stabil.
Melalui penggunaan greenhouse, lingkungan tumbuh tanaman dapat dikendalikan secara optimal mulai dari suhu, kelembapan, intensitas cahaya, hingga sirkulasi udara.
Hal ini membuat tanaman melon lebih terlindungi, tumbuh seragam dan menghasilkan buah premium dengan tingkat kemanisan yang tinggi.
Selain itu juga menggunakan teknologi smart farming untuk mengotomatisasi proses budidaya melalui sensor EC, pH, kelembapan tanah, serta sistem irigasi tetes otomatis. Data yang diperoleh membantu petani mengambil keputusan lebih akurat, efisien dan berbasis kebutuhan tanaman.
Inovasi Kopi Tite Lamatou: adalah produk kopi bubuk murni yang diolah dari 100 persen biji kopi robusta dan diolah secara tradisional modern yang dihasilkan dari Kampung Lamatou Desa Painapang, Kecamatan Lewolema.
Hasil biji kopi yang diolah secara tradisional ini kemudian dikemas secara modern untuk dipasarkan keluar. Kopi Tite diproduksi oleh kelompok usaha mikro kecil menengah Lembah Pagi yang diprakarsai oleh Laurensius P. Sukun.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










