Dukung Lukman-Zakarias Jadi Bupati dan Wabup Flores Timur, Masyarakat Lamaojan Buat Ritual Adat - FloresPos Net

Dukung Lukman-Zakarias Jadi Bupati dan Wabup Flores Timur, Masyarakat Lamaojan Buat Ritual Adat

- Jurnalis

Rabu, 10 Mei 2023 - 14:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dukungan masyarakat terhadap Y.A.T. Lukman Riberu dan Zakarias Paun sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir.

Kali ini, dukungan itu terlihat nyata di komunitas masyarakat adat Kampung Lamaojan, Desa Bahinga, Kecamatan Tanjung Bunga.

Mereka memberi dukungan penuh dan menyatakan memilih Lukman Riberu dan Zakarias Paun melalui ritual adat “Belo Buko”. Ritual itu dilakukan langsung oleh tetuah adat di rumah adat setempat.

Disaksikan Florespos.net, Selasa (9/5/2023) pagi, balon Bupati Lukman Riberu dan balon Wakil Bupati Zakarias Paun beserta Tim Lazkar Riwu Ratu tiba di Kampung Lamaojan. Rombongan diterima secara adat di pintu masuk rumah adat tersebut.

Para tetuah langsung membuat ritual adat “Belo Buko”. Mereka mengucapkan doa pada Tuhan dan leluhur, mengucap mantra adat, makan sirih pinang, minum arak dan mengisap rokok tembako. Lalu, mereka menyembeli seekor kambing sebagai kurban dalam ritual tersebut.

Ritual Adat Dukung Lukman Riberu dan Zakarias Paun di Lamaojan dengan menyembeli seekor kambing kurban.

Para tetuah adat dan masyarakat Kampung Lamaojan menggelar ritual adat ini dengan maksud memberikan restu secara adat dan menyatakan milih Lukman Riberu dan Zakarias Paun pada perhelatan Pilkada 2024 mendatang.

Baca Juga :  Soal Bacalon Wabup, Ketua PDI Perjuangan Flotim Anton Hadjon Siap Duduk Bersama Koalisi Parpol

Restu, dukung penuh dan pilihan itu terlihat pada hewan kurban yang disembeli. Dimana para tetuah adat melihat tanda urat pada limpa kambing yang disembeli.

Urat limpa tersebut menunjukkan garis lurus. Masyarakat yakin dan percaya, bahwa garis lurus pada limpa kambing itu menjadi tanda adanya restu leluhur dan persetujuan.

“Uratnya garis lurus,” ungkap salah satu tetuah adat yang melihat urat limpah kambing yang baru saja disembeli.

Jadilah Pemilih Cerdas

Balon Bupati Lukman Riberu dan balon Wakil Bupati Zakarias Paun pada kesempatan itu menyampaikan rasa syukur, terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para tetuah adat dan masyarakat Kampung Lamaojan.

“Kami dan tim menyampaikan terima kasih banyak atas dukungan ini. Hal ini sangat penting dan berarti untuk langkah selanjutnya, apalagi dilakukan secara adat oleh masyarakat dan para tetua adat,” ucap Lukman Riberu.

Lukman dan Zakarias juga mengajak masyarakat Kampung Lamaojan, Desa Bahinga, Kecamatan Tanjung Bunga, khususnya dan masyarakat Kabupaten Flores Timur umumnya untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Artinya, menjadi pemilih yang memilih pemimpinnya karena kualitas, integritas, kapastias, dan “isi tas” yang baik.

Lukman Riberu dan Zakarias Paun bersama masyarakat Kampung Lamaojan, Desa Bahinga, Kabupaten Flores Timur

Masyarakat, harap Lukman dan Zakarias tidak menjadi pemilih tradisional. Pemilih tradisional, yakni memilih karena calonnya berasal dari kampungnya, keluarganya dan berasal dari satu suku, agama dan ras.

Baca Juga :  Diskusi Mitra Flores Timur, Bangun Pemahaman Bersama Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim

Apalagi, menjadi pemilih transaksional. Pemilih transaksional adalah pemilij yang bisa dibeli atau dibayar dengan uang 50 ribu atau 100 ribu rupiah. Dan biasanya terjadi saat H-1 coblos Pilkada atau istilah keren serangan fajar.

“Pemilih itu ada tiga. Pemilih cerdas, pemilih tradisional dan pemilih transaksional. Saya ajak kita semua menjadi pemilih cerdas. Jangan jadi pemilih tradisional, apalagi pemilih transaksional, memilih karena uang,” kata Lukman.

Dialog Bersama Masyarakat

Pantauan Florespos.net, setelah selesai ritual adat dilangsungkan dialog bersama Lukman Riberu dan Zakarias Paun. Dalam dialog itu, banyak hal terutama masalah-masalah diungkap masyarakat Lamaojan, Desa Bahinga.

Masyarakat Kampung Lamaojan meminta Lukman Riberu dan Zakarias Paun, kelak terpilih menjadi Bupati dan Wabup Flotim 2024-2029 benar-benar memperhatikan keluhan dan masalah-masalah yang diungkap.

Masyarakat juga meminta keduanya tidak hanya mengumbar janji- janji seperti para pemimpin sebelumnya. Tapi Lukman Riberu dan Zakarias Paun mesti mewujudkan janji-janji dan komitmennya pada masyarakat.

Selain dialog, Lukman Riberu saat itu juga memberi sumbangan dari kantong pribadi sebesar Rp 10 juta kepada masyarakat Kampung Lamaojan, Bahinga. Sumbangan itu untuk pembangunan kapela setempat.*

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA