LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 memasuki tahapan akhir. Sebanyak 15 inovasi dinyatakan lolos masuk tahapan uji petik lapangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Flores Timur melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Leony Deran Ola mengatakan, Lomba Inovasi Daerah tahun 2025 tingkat Kabupaten Flores Timur memasuki tahapan akhir.
“Pada tahapan akhir ini, Tim Penguji bersama Riset dan Inovasi Daerah turun melakukan uji petik lapangan. Uji petik akan dilakukan langsung di lokasi-lokasi inovasi yang diterapkan,” kata Leony Deran, Jumat (12/12/2025).
Leony Deran mengatakan, 15 inovasi itu telah melewati tahap presentasi atau wawancara yang dilakukan di aula Bapperida.
“Seluruhnya berjumlah 21 inovasi yang lolos ke tahapan wawancara selama tiga hari. Dan hasilnya, tersisa 15 inovasi yang lanjut ke tahap akhir uji petik lapangan,” katanya.
15 Inovasi Masuk Uji Petik
Leony Deran menyebutkan, 15 inovasi yang lolos masuk uji petik lapangan, yakni Inovasi School Based Project (SBPro) oleh SMPK St. Isidorus Lewotala.
Seterusnya, Inovasi Kono Cerdas (Inovasi Deep Learning Bahasa Inggris Berbasis Kearifan lokal dan Daur Ulang Sampah Plastik Menuju Bilingual Class) di SDK Kalike oleh Fabianus Boli Sogen
Inovasi Taman Edukasi Amanah Lewo dari Desa Lohayong oleh Husni Muhammad, Inovasi Manyala Balelaku dari Kelurahan Balela oleh Yohanes Eka putra Lamury.
Inovasi Angkat (Angka ke Kata) dalam Proyek Peningkatan Program Literasi dan Numerasi dengan Bingkai Tumbuh Sehat Cerdas di Lingkungan SDK La Mennais oleh Maria Yosefina Wajak Sawun, Inovasi Tula Tuen dari SMPN 1 Adonara Barat oleh Petrus Kia Kedang, Inovasi VoCard dari SMPN 1 Adonara Barat oleh Gabriel Chrensensius da Santo.
Inovasi Flotim Samid (Flores Timur Sadar Adminduk) dari Dinas Dukcapil Flores Timur oleh Daniel Wirat Raul dan Bahrudin Muchtar, Inovasi Simperda (Sistem Monitoring Persuratan Bapperida) dari Bapperida Flores Timur oleh Dominikus Ami Toron.
Inovasi Gelekat Nara dari Bapenda Flores Timur, Inovasi Simpas (Sistem Informasi Pasien Berbasis Google Sheet) dari RS Pratama Adonara oleh Beatrix Mariani Pogon.
Inovasi Kampung Seribu Kolam dari Desa Blepanawa oleh Gaspar Ledjap, Inovasi Bu Memi dari Desa Waibao oleh Viktorianus Suban Hokon, Inovasi Prima KUB (Afro Farm) oleh Yulius Suban Mengu, Inovasi Kopi Tite Lamatou dari Desa Painapang oleh Laurensius P. Sukun.
“15 inovasi ini terdiri dari tiga kategori, yakni Pelayanan Publik, Tata Kelola Pemerintah dan Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Budaya. Jadi masing-masing akan ada terbaik pertama, terbaik kedua dan terbaik ketiga. Tim mulai turun hari ini sampai Minggu (14/12/2025),” kata Leony Deran.
Ini Lomba Tahun Ketiga
Sebelumnya, Kepala Bapperida Flores Timur, Apolonia Corebima mengatakan Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Flores Timur tahun 2025 merupakan tahun ketiga pelaksanaan.
“Lomba ini kita mulai sejak tahun 2023. Ini lomba tahun ketiga. Setiap tahun banyak peserta yang ikut lomba dan inovasinya sangat menarik, unik, kebaruan, berpotensi berkelanjutan, dan punya dampak sangat berarti bagi pembangunan daerah kita,” katanya.
Apolonia mengatakan, setiap tahun pihaknya juga mengirim dan mendukung inovasi untuk mengikuti lomba yang sama di tingkat provinsi. Tahun ini, ada tiga inovasi dari Kabupaten Flores Timur ikut lomba di provinsi, yakni Manyala Balelaku, Gercep Ha Te dan Berguna Kita.
“Khusus Inovasi Gercep Ha Te dari Puskesmas Witihama dan Inovasi Berguna Kita dari Dinas PKO ini adalah pemenang pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Flores Timur tahun 2024 lalu,” kata Apolonia Corebima.
Apresiasi
Pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah tingkat kabupaten tahun ketika ini mendapat perhatian serius dari Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen.
Bupati Anton Doni pada Rabu (10/12/2025) pagi sempatkan waktu meninjau langsung proses pelaksanaan tahapan presentasi atau wawancara terhadap para inovator lomba di aula Kantor Bapperida Flores Timur.
“Saya beri apresiasi kepada Bapperida Flores Timur yang selalu menggelar Lomba Inovasi Daerah ini. Kita mesti punya banyak inovasi karena perubahan bisa terjadi dengan cepat, kalau banyak inovasi daerah,” kata Bupati Anton Doni, dalam arahan singkatnya, Rabu (10/12/2025).
Menurut dia, sebuah daerah bisa mengalami perubahan dalam konteks kemajuan kalau ada banyak inovasi, baik tata kelola pemerintahan, pelayanan publik maupun inovasi dari masyarakat.
“Kita mesti punya banyak inovasi karena perubahan bisa terjadi dengan cepat, kalau banyak inovasi daerah,” katanya.
Bupati Anton Doni mengatakan, dalam masa kepemimpinannya ini, pemerintah daerah telah memasuki inovasi sebagai salah satu daya dorong perubahan di Flores Timur.
Hal itu tertuang dalam RPJMD Flores Timur 2025-2030. “Saat ini banyak inovasi yang kita buat, di bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya. Sudah mulai dan sesuai RPJMD kita. Kita sadar dengan inovasi daerah ini bisa mengalami perubahan,” katanya.
Bupati Anton Doni juga berharap, dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik lebih banyak lagi membuat inovasi untuk mendukung kerja-kerja dan pembangunan di daerah.
Kepala Bapperida Apolonia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen yang memberi perhatian pada pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah tahun ini.
“Terima kasih juga untuk semua peserta mulai dari awal hingga tahapan ini. Kami berharap, lomba ini menjadi daya dorong bagi kita semua untuk terus berinovasi untuk kemajuan pembangunan daerah Flores Timur,” kata Apolonia. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










