ENDE, FLORESPOS.net-Penjualan tiket di turnamen Piala Gubernur Liga IV ETMC XXXIV Ende oleh panitia pelaksana dinilai tidak konsisten. Pasalnya pada dua laga semi final tiket tribun ekonomi dijual dengan harga Rp 50.000 dan tribun utama Rp 100.000.
Namun dalam sesi konferensi pers usai laga semi final pertama antara PSN dan Bajak Laut FC, panitia akhirnya kembali mengumumkan tiket tribun ekonomi untuk laga memperebutkan juara tiga dan final sudah diturunkan.
“Tiket tribun ekonomi untuk dua laga selanjutnya yaitu memperebutkan juara tiga pada Kamis malam dan final Jumat nanti sudah turun”.
Kata Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXIV, Pieter Mithe di sekretariat panitia Stadion Marilonga, Rabu (3/12/2025) malam. Konferensi pers dihadiri langsung oleh Sekretaris Umum PSSI NTT, Abdul Muiz dan Dirkom PSSI, Albinus Lauren Langga.
Pieter mengatakan, perubahan harga tiket untuk dua laga tersisa di turnamen ini yaitu pada tiket tribun ekonomi.
“Kita sampaikan secara resmi tiket untuk tribun ekonomi di laga perebutan juara tiga dan final turun dari Rp 50.000 ke Rp 30.000 sedangkan tribun utama tetap yaitu Rp 100.000”.
Panitia menurunkan harga tiket setelah melakukan rapat kordinasi dengan semua pihak terkait yaitu Asprov PSSI NTT dan pihak keamanan.
Saat ditanya wartawan apakah kebijakan ini diambil panitia karena tekanan atau pertimbangan, jawab Pieter, kebijakan ini diambil atas dasar pertimbangan bukan tekanan.
“Ini soal situasi di masyarakat dan kita respon dengan aspirasi masyarakat. Ini pertimbangan terbaik untuk masyarakat dan bukan karena tekanan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kenaikan tiket secara estimasi sudah direncanakan oleh panitia sejak penyisihan grup.
Pieter mengatakan panitia mengambil kebijakan menaikan harga tiket dengan pertimbangan agar penonton tidak membludak seperti ETMC 2017 di stadion yang sama yang berujung pada insiden yang tidak diinginkan.
“Kita belajar dari pengalaman itu maka tidak ada cara lain untuk membatasi. Harus dengan tiket yang standar seperti ini. Selain ini harga tiket dengan standar seperti ini agar kompetisi punya nilai”.
Pieter juga membantah sorotan publik bahwa panitia menjadikan ETMC sebagai ladang bisnis. Ia mengatakan kebijakan ini untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan dan menjaga marwah turnamen.
Kebijakan panitia menaikan harga tiket tribun ekonomi menuai protes dari publik dan Asprov PSSI NTT.
Seperti diberitakan beberapa media, Asprov PSSI NTT pasang badan menolak kebijakan kenaikan harga tiket ekonomi oleh panitia.
Penolakan juga datang dari Askab PSSI Kabupaten dari empat tim semi finalis dan para manajer tim. Kebijakan ini dinilai tidak rasional atau harga tiket tribun ekonomi terlalu mahal.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










