DPRD Mangarai Barat: Kembalikan Total Otonomi Daerah, Nolkan Infrastruktur, Naikan Gaji ASN - FloresPos Net

DPRD Mangarai Barat: Kembalikan Total Otonomi Daerah, Nolkan Infrastruktur, Naikan Gaji ASN

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 14:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Manggarai Barat.

Anggota DPRD Manggarai Barat.

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT meminta Pemerintah Pusat (Pempus) mengembaliksn secara total otonomi daerah yang sejauh ini sepertinya telah  “dikebiri”, semua sudah di pusat hingga pengawasan.

Demikian Wakil Ketua Dua DPRD Mabar, Sewargading S. J. Putera ketika berbincang dengan FloresPos. Net belum lama ini di Labuan Bajo, terkait kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) tentang efisiensi anggaran.

Bersama Sewargading, juga ada sejumlah wakil rakyat Mabar yang lain, di antaranya Benediktus Nurdin (Ketua DPRD Mabar), Ketua Fraksi Nasdem Martinus Mitar, dan Ketua Fraksi PKB Fransiskus Karsianus Kun,

Gading, sapaan Sewargading S. J. Putera, mengatakan itu bermula dari pendapat Ketua DPRD Mabar, Benediktus Nurdin.

Menurut Nurdin yang disapa Beni, kelihatannya, pada gilirannya nanti, mulai tahun 2006, Pemda (Pemerintah Daerah) hanya  mengawasi program pemerintah pusat, seperti MBG (Makanan Bergizi Gratis),  Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan lain-lain.

Baca Juga :  Berjaga Agar Selalu Terhubung dengan Tuhan

Kalaupun nanti ada program fisik,  lanjutnya, mungkin itu hanya bersifat usulan. Pemda mengusulkan ke Pemerintah Pusat (Pempus) Semua program  itu  terpusat. Terpusat di pemerintah pusat.

Begisalnya begini, lanjut Beni, ada usul pembangunan irigasi, pembangunan jalan, itu nanti yang menentukan Pempus, usul dari Pemda, termasuk proses pelasanannya dari pusat melalu Balai.

Martinus Mitar, disapa Marten, menegaskan, terkait efisiensi anggaran 2026, yang terbaik nolkan infrastruktur.

Anggaran 2026 untuk Mabar khususnya, demikian Marten, hanya untuk gaji. DAU (Dana Alokasi Umum) dari pusat cuma buat gaji. Karena itu nolkan infrastruktur.

“Makmur dulu kita. Itu ada kebijakan nasional.  Demonya (demonstrasi) bukan ke kita. Nanti demonya ke pusat. Kedaulatan itu ada di tangan rakyat,”ujar Marten.

Baca Juga :  Buka Rapat FKP, Sekda Sodo Tekankan Pentingnya Mal Pelayanan Publik di Mabar

“Kita mesti berpikir politisi juga. Kita jangan prematur dengan cara berpikir. Karena ini lembaga politik. Ya cara berpikirnya politisisi. Nolkan saja infrastruktur 2026,” komentar Marten lagi.

Sehubungan dengan semua ini, masih Marten, semestinya pemerintah naikan gaji ASN, entah PNS maupun P3K.

Di Mabar khususnya, ASN merupakan konsumen utama barang dagangan masyarakat. Pembeli terbanyak hasil petani di pasar di Mabar.

“ASN yang banyak beli sayur,  buah dan lain-lain dari petani di Labuan Bajo dan sekitarnya. Mereka beli di pasar, di pinggir jalan. Karena itu tingkatkan kesejahteraan ASN, naikan gaji mereka,” kata Marten. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Wabup Domi Imbau Pedagang di Ende Tidak Naikkan Harga dan Timbun Barang di Tengah Situasi Bencana
Banyak Pengungsi Mandiri di Kabupaten Sikka Belum Tersentuh Bantuan
Duka di Aeramo, Nagekeo: Oma Kristina Dagomes Meninggal Akibat Syok, Jenazah Terbaring di Teras Rumah yang Rusak
Pemkab Manggarai Barat bersama Stakeholder Terkait Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat Terdampak Gempa ke Pesisir Utara
AWAS Buka Call Center Pengaduan Korban Gempa Flores di Sikka
Gempa Flores, Warga Tiga Desa di Mapitara Masih Terisolir Akibat Longsor
Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Kemensos dan Dukungan Alat Berat untuk Penanganan Gempa
Titik Longsor Pertama di Palue Selesai Dibersihkan, Besok Dilanjutkan ke Titik Kedua
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:05 WITA

Wabup Domi Imbau Pedagang di Ende Tidak Naikkan Harga dan Timbun Barang di Tengah Situasi Bencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:03 WITA

Banyak Pengungsi Mandiri di Kabupaten Sikka Belum Tersentuh Bantuan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Duka di Aeramo, Nagekeo: Oma Kristina Dagomes Meninggal Akibat Syok, Jenazah Terbaring di Teras Rumah yang Rusak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:19 WITA

Pemkab Manggarai Barat bersama Stakeholder Terkait Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat Terdampak Gempa ke Pesisir Utara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:01 WITA

AWAS Buka Call Center Pengaduan Korban Gempa Flores di Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

AWAS Buka Call Center Pengaduan Korban Gempa Flores di Sikka

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:01 WITA