Gempa Flores, Warga Tiga Desa di Mapitara Masih Terisolir Akibat Longsor - FloresPos Net

Gempa Flores, Warga Tiga Desa di Mapitara Masih Terisolir Akibat Longsor

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 3 desa di Kecamatan Mapitara yakni Desa Natakoli, Desa Hale dan Desa Hebing tidak bisa melintasi jalan raya satu-satunya dari desa mereka menuju ke Desa Egon Gahar dan ke jalan negara Trans Flores di Kecamatan Waigete akibat adanya longsor.

Material longsor menutupi badan jalan apalagi terdapat batu besar yang tidak bisa diangkat menggunakan tenaga manusia sehingga jalan raya tersebut belum bisa dilewati kendaraan oda dua dan roda empat.

“Jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya dari tiga desa tersebut menuju Desa Egon Gahar dan ke jalan negara Tran Flores di Kecamatan Waigete sehingga bisa lebih dekat ke Kota Maumere,” ujar Sekertaris Camat Mapitara, Stefanus Raga saat ditemui di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga :  Pemprov NTT Apresiasi 33% Tamatan Perdana Cristo Re Langsung Terserap di Dunia Kerja Sebelum Diwisuda

Stefanus menyebutkan,akibat terputusnya jalan raya tersebut maka mobil ambulance dari Puskesmas Mapitara yang hendak merujuk pasien ke RS TC Hillers Maumere pun harus menempuh perjalanan jauh.

Kendaran dari 3 desa tersebut pun harus melewati jalaur jalan di pesisir Pantai Selatan Flores melewati Kecamatan Doreng, Bole dan Hewokloang baru menuju jalan negara Trans Flores.

“Kendaraan harus memutar jauh lagi dan jarak tempuhnya lebih lama. Orang pun takut melintasi jalan tersebut karena bisa terkena material longsor sebab daerah tersebut rawan longsor,” ucapnya.

Baca Juga :  Nasabah BRI Unit Pahlawan Maumere Raih Mobil All New Ertiga

Stefanus mengatakan, warga Dai Desa Egon Gahar pun otomatis tidak bisa ke Puskesmas Mapitara atau ke Kantor Camat Mapitara karena akses jalan satu-satunya hanya melewati ruas jalan tersebut.

Dirinya berharap pemerintah Kabupaten Sikka dan pihak terkait lainnya bisa segera mengirimkan alat berat untuk membuka akses jalan di Kecamatan Mapitara tersebut.

“Saya sudah melaporkan ke Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores dan mudah-mudahan alat berat segera dikirim agar akses transportasi bisa bejalan lancar seperti semula,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA