MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang siswi SMKN 3 Maumere tampil memukau saat pementasan memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November di panggung pementasan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.
Martina Yunita siswi SMKN 3 Maumere membuat penonton terkesima lewat monolog berjudul Kapalelu yang dibawakannya dengan sangat bagus dalam bahasa Inggris yang fasih.
“Story telling yang saya bawa itu berjudul Kapalelu. Jadi Kapalelu itu merupakan nama seorang gadis yang tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah desa,” sebut Martina Yunita saat ditemui usai pementasan,Senin (10/10/2025) malam.
Yunita menjelaskan, keluarga ini menetap di sebuah desa yang dikelilingi oleh pegunungan dan juga sawah-sawah.
Keluarga ini suatu waktu mengalami musibah yaitu gagal panen karena terjadinya musim kemarau sehingga sawah-sawah mereka itu menjadi kering. Karena mengalami gagal panen ayah dari Kapalelu ini meminjam uang dari seorang pemilik tanah kaya raya.
Yunita menjelaskan, karena tidak bisa membayar hutang-hutang tersebut akhirnya bapaknya Kapalelu ini menjadikan Kapalelu sebagai jaminan untuk membayar hutang-hutang tersebut.
“Jadi Kapalelu harus menikah dengan pemilik tanah kaya raya tersebut. Karena ibunya Kapalelu tidak rela anaknya menjadi korban dari keegoisan ayahnya Kapalelu,” tuturnya.
Yunita melanjutkan, akhirnya ibunya berdoa kepada semesta agar semesta menolong mereka dan akhirnya turunlah hujan.
Setelah turun hujan akhirnya gagal panen itu berakhir dan tanah-tanah mereka, sawah-sawah mereka kembali subur.
Akhirnya, ayah dari Kapalelu bisa membayar hutang-hutang tersebut dan Kapalelu pun tidak jadi menikah dengan pemilik tanah kaya raya tersebut.
“Ceritera ini saya ambil dari internet dan berasal dari ceritera rakyat d Kecamatan Waigete. Dalam lomba literasi seorang siswa membawakan ceritera tentang Kapalelu dan memenangi lomba,” ungkapnya.
Yunita menambahkan, ceritera tentang Kapalelu pun dibawakan oleh temannya dalam versi Bahasa Indonesia saat lomba monolog di Kota Kupang dan meraih juara.
Akhirnya ceritera ini pun dibawakan oleh Yunita dalam story telling yang dibawakan menurut sudut pandangnya.
Dirinya mengaku belajar secara otodidiak dalam membawakan monolog dan story telling melalui internet.
Ia mengakui, pernah mengikuti lomba debat dalam Bahasa Inggris tahun 2023 lalu dan mengaku sebenarnya tidak terlalu pandai berbahasa Inggris.
“Waktu SMP di sekolah kan diajarkan Bahasa Inggris, dasar-dasarnya tentang grammar dan sebagainya.Saya pun mulai belajar pengucapannya dan memperdalamnya dengan menonton film-film kartun dalam Bahasa Inggris,” terangnya.
Yunita mengaku selalu menonton film kartun Upin Ipin yang seharusnya berbahasa Indonesia, tapi dirinya menggunakan dubbing bahasa Inggris dengan translate bahasa Inggris.
Dirinya berkata tidak sudah membawakan story telling karena yang pertama kita harus mengerti dengan cerita apa yang akan kita bawakan dan juga kita harus mengerti arti dari teksnya itu.
Ia beralasan,jika kita tidak mengerti arti dari teksnya, tidak mengerti alur ceritera yang kita bawakan, mungkin itu akan menjadi susah.
“Tapi kalau kita mengerti dan jika kita menghayati, maka menurut saya membawakannya tidak susah, selain itu sangat menyenangkan bagi saya,” pungkasnya.
Guru SMKN 3 Maumere Marteen Yonathan Tue Aso menjelaskan, Yunita merupakan siswi kelas XII jurusan desain komunikasi visual.
Marteen mengatakan, sejak awal masuk di sekolahnya siswi ini memang terlihat berbakat dan fasih berbicara Bahasa Inggris termasuk pengucapan dan cara menyampaikan story telling dalam Bahasa Inggris.
“Kebetulan teks yang dibawakan ini, kemarin dibawakan oleh tim monolog dalam Bahasa Indonesia. Mereka juara satu di Provinsi NTT mewakili Kabupaten Sikka. Jadi ketika dia pulang, kami ubah lagi, kami terjemahkan ke Bahasa Inggris dan Yunita juga belajar dan mencari referensinya di internet juga,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando













