Siswi SMKN 3 Maumere Memukau Penonton Lewat Story Telling Berjudul Kapalelu Versi Bahasa Inggris

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 09:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang siswi SMKN 3 Maumere tampil memukau saat pementasan memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November di panggung pementasan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.

Martina Yunita siswi SMKN 3 Maumere membuat penonton terkesima lewat monolog berjudul Kapalelu yang dibawakannya dengan sangat bagus dalam bahasa Inggris yang fasih.

“Story telling yang saya bawa itu berjudul Kapalelu. Jadi Kapalelu itu merupakan nama seorang gadis yang tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah desa,” sebut Martina Yunita saat ditemui usai pementasan,Senin (10/10/2025) malam.

Yunita menjelaskan, keluarga ini menetap di sebuah desa yang dikelilingi oleh pegunungan dan juga sawah-sawah.

Keluarga ini suatu waktu mengalami musibah yaitu gagal panen karena terjadinya musim kemarau sehingga sawah-sawah mereka itu menjadi kering. Karena mengalami gagal panen ayah dari Kapalelu ini meminjam uang dari seorang pemilik tanah kaya raya.

Yunita menjelaskan, karena tidak bisa membayar hutang-hutang tersebut akhirnya bapaknya Kapalelu ini menjadikan Kapalelu sebagai jaminan untuk membayar hutang-hutang tersebut.

“Jadi Kapalelu harus menikah dengan pemilik tanah kaya raya tersebut. Karena ibunya Kapalelu tidak rela anaknya menjadi korban dari keegoisan ayahnya Kapalelu,” tuturnya.

Yunita melanjutkan, akhirnya ibunya berdoa kepada semesta agar semesta menolong mereka dan akhirnya turunlah hujan.

Baca Juga :  Dewan Minta Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Perumda Bidadari

Setelah turun hujan akhirnya gagal panen itu berakhir dan tanah-tanah mereka, sawah-sawah mereka kembali subur.

Akhirnya, ayah dari Kapalelu bisa membayar hutang-hutang tersebut dan Kapalelu pun tidak jadi menikah dengan pemilik tanah kaya raya tersebut.

“Ceritera ini saya ambil dari internet dan berasal dari ceritera rakyat d Kecamatan Waigete. Dalam lomba literasi seorang siswa membawakan ceritera tentang Kapalelu dan memenangi lomba,” ungkapnya.

Yunita menambahkan, ceritera tentang Kapalelu pun dibawakan oleh temannya dalam versi Bahasa Indonesia saat lomba monolog di Kota Kupang dan meraih juara.

Akhirnya ceritera ini pun dibawakan oleh Yunita dalam story telling yang dibawakan menurut sudut pandangnya.

Dirinya mengaku belajar secara otodidiak dalam membawakan monolog dan story telling melalui internet.

Ia mengakui, pernah mengikuti lomba debat dalam Bahasa Inggris tahun 2023 lalu dan mengaku sebenarnya tidak terlalu pandai berbahasa Inggris.

“Waktu SMP di sekolah kan diajarkan Bahasa Inggris, dasar-dasarnya tentang grammar dan sebagainya.Saya pun mulai belajar pengucapannya dan memperdalamnya dengan menonton film-film kartun dalam Bahasa Inggris,” terangnya.

Yunita mengaku selalu menonton film kartun Upin Ipin yang seharusnya berbahasa Indonesia, tapi dirinya menggunakan dubbing bahasa Inggris dengan translate bahasa Inggris.

Baca Juga :  Pekerjaan Presevasi Jalan Gako - Batas Manggarai Melalui Mekanisme E_Katalog

Dirinya berkata tidak sudah membawakan story telling karena yang pertama kita harus mengerti dengan cerita apa yang akan kita bawakan dan juga kita harus mengerti arti dari teksnya itu.

Ia beralasan,jika kita tidak mengerti arti dari teksnya, tidak mengerti alur ceritera yang kita bawakan, mungkin itu akan menjadi susah.

“Tapi kalau kita mengerti dan jika kita menghayati, maka menurut saya membawakannya tidak susah, selain itu sangat menyenangkan bagi saya,” pungkasnya.

Guru SMKN 3 Maumere Marteen Yonathan Tue Aso menjelaskan, Yunita merupakan siswi kelas XII jurusan desain komunikasi visual.

Marteen mengatakan, sejak awal masuk di sekolahnya siswi ini memang terlihat berbakat dan fasih berbicara Bahasa Inggris termasuk pengucapan dan cara menyampaikan story telling dalam Bahasa Inggris.

“Kebetulan teks yang dibawakan ini, kemarin dibawakan oleh tim monolog dalam Bahasa Indonesia. Mereka juara satu di Provinsi NTT mewakili Kabupaten Sikka. Jadi ketika dia pulang, kami ubah lagi, kami terjemahkan ke Bahasa Inggris dan Yunita juga belajar dan mencari referensinya di internet juga,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi
ASN di Sikka Dilarang Berbelanja di Pasar Ilegal–‘Kita Mulai dari Diri Kita, Aparat Pemerintah’
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 08:42 WITA

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:12 WITA

Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:38 WITA

Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA