Polres Sikka Belum Tahan Oknum Anggota Polisi Pelaku Lakalantas, PMKRI Beri Waktu 1×24 Jam - FloresPos Net

Polres Sikka Belum Tahan Oknum Anggota Polisi Pelaku Lakalantas, PMKRI Beri Waktu 1×24 Jam

- Jurnalis

Jumat, 18 Oktober 2024 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMKRI Maumere Bersama Istri dan Anak Korban Kecelakaan Lalulintas Menggelar Aksi Demonstrasi,di Mapolres Sikka, Jumat (18/10/2024).

PMKRI Maumere Bersama Istri dan Anak Korban Kecelakaan Lalulintas Menggelar Aksi Demonstrasi,di Mapolres Sikka, Jumat (18/10/2024).

MAUMERE, FLORESPOS.net-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maumere bersama Istri dan anak korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) menggelar aksi demonstrasi, di Mapolres Sikka, Jumat (18/10/2024).

Mereka meminta kepastian hukum atas meninggalnya Marselinus Plea Ladjar, warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Marselinus Plea Ladjar meninggal akibat ditabrak oknum anggota Polres Sikka Aiptu Hendrikus Endi dalam kondisi mabuk minuman keras, di Jalan Nasional Maumere-Larantuka, pada Rabu (4/9/2024) pukul 19.40 Wita lalu.

Dalam orasinya para aktivis PMKRI mendesak Kapolres Sikka segera menahan pelaku yang tidak lain oknum anggota Polri, menyusul telah dikeluarkan surat penetapan tersangka melalui gelar perkara Polres Sikka.

“Segera tahan oknum polisi tersangka Lakalantas dalam 1×24 jam. Jika tidak, maka Polisi takut Polisi,” tegas salah satu orator orasi di Mapolres Sikka.

Baca Juga :  Peringati Hari Pendidikan Nasional, Bupati Sikka Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Ketua Ketua PMKRI Maumere, Kornelis Wuli saat audensi dengan Wakapolres Sikka bersama jajarannya mengatakan, belum ditahannya Aiptu Hendrikus Endi selaku tersangka menunjukkan unsur kesengajaan dan menghambat proses hukum terhadap pelaku.

“Masa ada oknum Polisi yang mencoreng nama Institusi Polri namun dibiarkan berkeliaran dan tidak ditahan. Ada apa?” tanya dia.

Dikatakan Kornelis, berdasarkan hasil investigasi dan advokasi PMKRI, oknum anggota Polisi itu sudah melakukan tindakan pidana Lakalantas sebanyak tiga kali.

“Yang pertama korbannya cacat, yang kedua korbannya meninggal dunia dan yang ketiga juga meninggal dunia,” jelasnya.

Selain itu pelaku harus ditahan, lanjut Kornelis, pihak Kepolisian juga segera menindak pelaku sesuai dengan kode etik Kepolisian RI.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sikka Soroti Kapus Tidak Pernah Ada di Puskesmas

“Dengan melihat kasus yang terjadi, pelaku harus dipecat dari Kepolisian karena tindakannya bertentangan dengan kode etik Polri,” ujarnya.

“Kami cinta institusi ini, untuk itu pak Kapolres segera tahan itu oknum anggota Polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Kornelis Wuli.

Sementara itu, Wakapolres Sikka Komisaris Polisi (Kompol) Nofi Posu, S.H., S.I.K.,M.H. dihadapan aktivis PMKRI bersama istri dan anak korban mengatakan, saat ini, status oknum polisi tersebut bebas bersyarat dan masih menjalani masa hukuman.

“Kami mohon waktu, hari ini secepatnya kami dapat kepastian, kalau bisa untuk penahanan akan kami tahan,” ujarnya. *

Penulis : Shinto Koban

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar
Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah
Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Berita ini 227 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:27 WITA

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WITA

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:22 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA