MAUMERE, FLORESPOS.net-Launching NTT Mart bukan hanya acara simbolis, tetapi bagian dan komitmen bersama dalam memperkuat perekonomian lokal dan mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sikka.
Hadirnya NTT Mart di Kabupaten Sikka sebagai platform strategis untuk memperluas akses pemasaran produk lokal, memperkuat pelaku usaha, dan mendorong geliat perekonomian masyarakat.
Menurut Wakil Bupati Sikka, hal ini sejalan dengan misi kedua pembangunan daerah yakni perekonomian yang stabil, mandiri, dan berdaya saing.
“Sore hari ini NTT Mart ada di sebelah barat dan Alfamart ada di sebelah timur dan berdampingan,” sebut Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi saat launching NTT Mart di Jalan Achmad Yani, Maumere, Minggu (14/12/2025).
Simon menegaskan, ini ujian buat kita bagaimana NTT Mart bisa punya kualitas dan nilai jual yang bagus dan berharap sebagian produk UMKM bisa ada di Alfamart dan sedang diusahakan.
Dirinya menyebutkan, melalui NTT Mart Pemerintah Kabupaten Sikka melihat peluang besar agar produk keunggulan Kabupaten Sikka seperti hasil pertanian, olahan pangan, kriya, tenun, dan inovasi pelaku kreatif lokal dapat tampil di pasar yang lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Pemerintah Kabupaten Sikka terus bekerja sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sikka, yaitu terwujudnya masyarakat Sikka yang produktif, kreatif, unggul, dan mandiri menuju maumere baru,” ungkapnya.
Simon memaparkan, visi besar ini menjadi pedoman dalam sebuah kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan Kabupaten Sikka dan untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan lima misi strategis.
Ia menyebutkan, kelima misi tersebut yaitu, pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berkarakter sosial.
“Misi kedua yakni mewujudkan perekonomian yang stabil, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Simon menambahkan, misi ketiga, mewujudkan infrastruktur antar wilayah yang berkeadilan dan berkelanjutan dan misi keempat, meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang adil, dan berkelanjutan.
Sedangkan misi kelima yakni, mewujudkan tata kelapa pemerintahan yang responsif, akuntabel, defisiensi, kolaboratif, dan bebas KKN.
Ia menambahkan, seluruh visi tersebut saling terhubung dan menjadi dasar dalam pembangunan Kabupaten Sikka secara menyeluruh dari desa hingga kota, dari pesisir sampai pegunungan.
“Ini sejalan dengan komitmen kita bersama untuk membuka ruang bagi pelaku usaha agar lebih mandiri dan kuat menghadapi persaingan global,” ucapnya.
Simon mengatakan, tanggal 1 sampai 5 Oktober 2025 lalu ada sekitar 10 pelaku UMKM dari Kabupaten Sikka yang mengikuti pameran Ina Craft di JCC Jakarta atas inisiatif dan biaya sendiri serta bantuan dari beberapa donatur.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian dan dukungan konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inisiatif seperti NTT Mart.
Menurut dia, keberadaan program ini mengukuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Juga meningkatkan akses pasar Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta memperkuat basis perekonomian berbasis potensi lokal,” harapnya.
Simon menegaskan, melalui momentum ini pihaknya berharap NTT Mart dapat menjadi penggerak utama peningkatan pemasaran produk lokal Kabupaten Sika.
Selain itu, IKM dan UMKM di Kabupaten Sika semakin inovatif, berkualitas dan berdaya saing tinggi serta terjalinnya kemitraan yang kuat antara pelaku usaha lokal dengan jaringan pemasaran yang lebih luas.
Juga harapnya, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka semakin sinergis dalam program-program ekonomi kreatif bagi kemajuan Kabupaten Sikka.
“Semoga kerjasama dan sinergi yang baik ini terus berlanjut demi kemajuan kita bersama,” pungkasnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










