ENDE, FLORESPOS.net-Loka POM Ende yang membawahi tiga Kabupaten di Flores yaitu Kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada saat operasi jelang Natal dan Tahun Baru menemukan 12 sarana yang tidak memenuhi ketentuan.
Pengawasan tersebut dilakukan menjelang Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2024.
Hal ini disampaikan Kepala Loka Pom Ende, Benny Hendrawan Prabowo saat menggelar Konferensi Pers akhir tahun di Kantor POM Ende, Kamis ( 21/12/2023).
Berdasarkan hasil pengawasan obat dan makanan di tiga Kabupaten wilayah Loka POM Ende didapatkan produk pangan tidak memenuhi ketentuan yaitu tanpa ijin edar, kedaluarsa dan rusak.
Saat melakukan pengawasan tersebut petugas mendapatkan sebanyak 12 sarana yang tidak memenuhi syarat.
Intensifikasi pengawasan yang dilakukan di Kabupaten ini dilakukan selama tiga tahap dari lima tahap yang ada yakni dari 1 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.
Pada tahap ketiga terdapat 44 sarana yang diperiksa yang dilakukan bersama stakeholder terkait. Hasilnya dari 44 sarana 32 sarana memenuhi ketentuan dan 12 sarana tidak memenuhi ketentuan.
“Kita sudah periksa sebanyak 44 sarana ditahap ini bersama stakeholder, dan ditemukan 12 sarana yang tidak memenuhi syarat,” katanya.
Dari sarana yang tidak memenuhi ketentuan, sarana yang didapati menjual produk kedaluarsa 11 sarana, yang rusak dua sarana dengan total produk yang ditemukan sebanyak 85 item.
Item- item tersebut antara lain 1.452 pcs untuk barang yang rusak, 7 item 105 pcs, dan kedaluarsa 78 item untuk 1.347 pcs dengan nilai temuan Rp. 7.516.500.
Kabupaten Ende sendiri, total sarana yang diperiksa 22 ,yang memenuhi ketentuan 20,tidak memenuhi ketentuan 2. Sementara itu jumlah sarana yang menjual produk tidak memenuhi syarat , rusak 2 dan kedaluarsa 1. Untuk temuan diluar parsel ada 8 item dengan jumlah 105 dan yang kedaluarsa 1 item dengan jumlah 4 dengan nilai kerugian Rp .1.173.000.
Kata Benny temuan saat dilakukan intensifikasi sangat kecil karena penjual telah paham dan dampak dari edukasi dan pengawasan distribusi pangan secara baik oleh Loka POM dan stakeholder terkait.
“Masyarakat kini sudah sadar dan kami terus lakukan pengawasan. Selain itu edukasi juga terus dilakukan,” katanya. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando










