Belasan Ribu PMI Asal Ende Bekerja sebagai Buruh Kasar, 12 Orang Meninggal di Tahun 2023 - FloresPos Net

Belasan Ribu PMI Asal Ende Bekerja sebagai Buruh Kasar, 12 Orang Meninggal di Tahun 2023 

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net – Kasus Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO) saat ini sudah menjadi perhatian publik. Menurut data dari KKP- PMP) saat ini sekitar belasan ribu orang pekerja migran Indonesia asal Ende, Flores- NTT bekerja di luar negeri.

Belasan ribu PMI asal Ende sebagian besarnya bekerja sebagai buruh kasar dan berangkat ke luar negeri melalui jalur non prosedural. Pada rentang waktu tahun 2023 sebanyak 12 orang sudah meninggal dan dipulangkan ke Ende.

Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende, RD. Reginald Piperno pada aksi memperingati hari anti humantraficking, Minggu (30/7/2023) mengatakan  TPPO masih terjadi karena masalah ini masih dianggap sepele dan belum menjadi masalah bersama.

“Perdagangan orang itu masih terjadi karena kendala yang kita hadapi saat ini yaitu masalah ini belum dianggap sebagai persoalan kemanusiaan. Kita masih menganggap sepele dengan persoalan ini,” kata RD Perno.

Baca Juga :  Perkokoh Persatuan dalam Keberagaman Satker PJN Wilayah IV NTT Gelar Doa Lintas Agama

Pastor  Perno mengatakan bahwa saat ini sekitar belasan ribu orang Ende bekerja di luar negeri dan paling banyak dari wilayah Ende Barat, Ende dan Nangapanda.

Pastor yang sering mengujungungi pekerja migran di Malaysia itu mengatakan sebagian besar PMI di sana bekerja sebagai buruh kasar seperti di perkebunan kelapa sawit dan pekerjaan buruh kasar lainnya.

” Saya sering  berkunjung dan di sana mereka bekerja sebagai buruh kasar dan hampir tidak ada yang bekerja di sektor industri. Mereka sering dikejar oleh aparat di sana karena tanpa prosedur,” katanya.

Pastor Perno juga mengatakan bahwa dari kunjungan tersebut dirinya mengetahui faktor penyebab mereka merantau karena himpitan ekonomi, minimnya lapangan  kerja dan gaya hidup.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkuham NTT Kembali Sosialisasi HKI di Ende, PJ Bupati Dorong Patenkan Produk Lokal

“Kebanyakan mereka merantau karena faktor ekonomi, lapangan pekerjaan dan juga gaya hidup. Mereka lihat orang pulang merantau dengan penampilan berbeda akhirnya tertarik mengikuti m,” kata RD Perno.

Ketua KKP PMP Keuskupan Agung Ende juga mengatakan bahwa dalam rentang waktu tahun 2023 sebanyak 12 orang PMI sudah meninggal di perantauan. Dari 12 orang tersebut 10 orang non prosedural dan dua orang  prosedural. Saat ini masih ada  satu orang PMI asal Ende dari Kecamatan Kotabaru yang sedang diperjuangkan untuk pulang ke kampung halamannya.

RD Perno juga mengatakan peran pemerintah masih lemah menangani kasus humantraficking padahal pemerintah bertugas melindungi warganya.*

Penulis Willy Aran/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA