PAD Manggarai Barat, Kadis Pariwisata: Kami Kumpul dari Rp 20.000 - FloresPos Net

PAD Manggarai Barat, Kadis Pariwisata: Kami Kumpul dari Rp 20.000

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT mengumpulkan Rp. 20.000- Rp. 50.000 untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu.

Kepala Dinas Parekrafbud Mabar, Stefanus Jemsifori mengatakan itu kepada media ini di Labuan Bajo belum lama ini.

Diungkapkan, pada APBD Perubahan tahun 2025, Dinas Parekrafbud diberi beban target PAD sebesar Rp. 2,6 miliar, realisasi sementara 2,1 miliar rupiah.

“Untuk tembus saya tidak jamin, tapi mendekati 100 persen mungkin, ya mendekati,” ujar Kadis Jemaifori kepada Florespos.net.

Pada tahun 2024, lanjutnya, PAD Dinas Parekrafbud Mabar hanya mampu mengumpulkan Rp. 2,7 miliar dari total target Rp. 4 miliar.

Penyebab melorotnya penerimaan PAD Dinas Parekrafbud Mabar, antara lain karena tidak lagi memungut retribusi di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Itu menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

Dulu, ketika Pemkab Mabar masih diberi ruang untuk memungut retribus di TNK, Dinas Parekrafbud masih bisa mendapatkan PAD sekitar Rp. 20 miliar. Tetapi setelah tidak lagi, penerimaan PAD jatuh. Staf dinas yang bertugas di TNK ditarik semua dari sana.

Baca Juga :  Rakor Kesehatan di Manggarai, Langkah Konkret Tangani Rabies, HIV/AIDS, dan Imunisasi

“Sewaktu masih diberi ruang di TNK, kita tempatkan petugas di sana. Tetapi setelah tidak lagi, kita tarik semua petugas dari sana, (TNK),” katanya.

Kemudian, pada sisi lain ada instruksi Pempus Nomor 1/2025 tentang efisiensi, yaitu penghapusan biaya perjalanan dinas 50 persen.

Sekarang Pemkab Mabar/ Dinas Parekrafbud fokus menata desa wisata. Sebagian wisatawan yang tadinya datang menghabiskan uangnya di laut, diharapkan mereka mau mengunjungi desa wisata. Ini untuk menjawab tagline Bupati-Wakil Bupati Mabar sekarang  yaitu bawa uang dari laut ke darat.

Itu maksudnya Dinas Parekrafbud perlu menata desa wisata supaya wisatawan jangan hanya datang ke TNK. Sesuai SK Bupati Mabar ada 94 desa wisata di kabupaten itu.

Baca Juga :  Fatinci Reynilda: Talenta Melukis Lahir Di Ujung Tahun Kabisat

Sejumlah di antaranya sudah ditata Dinas Parekrafbud melalu program inovasi Fasmadewi (Fasilitas masyarakat desa wisata), antara lain Waelolos, Cunca Wulang, Ngalor Kalo, Mberenang, Warloka Pesisir, dan Gua Rangko Desa Tanjung Boleng.

Penyuplai PAD paling besar dari spot-spot itu yakni Batu Cermin. Urutan kedua Puncak Waringin, ketiga Gua Rangko.

Harapan ke depan, Pemkab/ Dinas Parekrafbud mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus  (DAK) untuk penataan desa-desa wisata di Mabar.

Sejumlah desa wisata tadi tidak termasuk dalam kawasan TNK. Desa wisata dalam kawasan antara lain Desa Komodo di Pulau Komodo. Pemda yang urus masyarakatnya, tata, bina masyarakatnya, UMKM-nya, bangun jalan lingkungannya, bangun sekolah, listriknya, air minumnya.

“Manggarai Barat ibaratkan bidadari yang diperebutkan,” tambah Kadis Jemsifori. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru