Pesta Miras
Ketua PMKRI Maumere mengaku miris sekali melihat adanya penyitaan moke di Kuwu dan terlebih lagi aparat polisi terlalu bersusah payah, terlalu memikirkan hal-hal dan membuat tindakan-tindakan untuk bagaimana menertibkan masyarakat.
Fabianus menyebutkan, kejadian ini menunjukan bahwa aparat di Polres Sikka sendiri menunjukkan hal yang sebenarnya tidak mencerminkan marwah sebagai penegak hukum yang baik dan benar.
“Saya yakin dan percaya masyarakat Kabupaten Sikka, kita semua yang ada di ruangan ini paham dan tahu persis bagaimana tingkah laku aparat penegak hukum di Polres Sikka ini,” ujarnya.
Fabianus menegaskan, saat ini Polres Sikka menertibkan moke yang berada di Kabupaten Sikka tetapi mereka tidak melihat bahwa baru-baru ini ada pesta miras di Polres Sikka.
Ia menyebutkan, apa yang kemudian bisa dibanggakan dari seorang penegak hukum, apa yang mau kami teladani dari bapak-bapak penegak hukum itu sendiri.
Kata dia, ada empat cewek yang kemudian ditahan di Polres Sikka tetapi pesta miras bersama aparat polisi di Polres Sikka.
“Miris sekali, saya sangat geram. Dan ketika hal itu terjadi selalu menyalahkan masyarakat pengkonsumsi moke itu sendiri, bahwa karena minum moke banyak sekali kesenjangan sosial di masyarakat,” ungkapnya.
Fabianus menekankan, banyak aparat yang tidak paham termasuk salah satunya adalah Polres Sikka itu sendiri bahwa latar belakang budaya yang berbeda tetapi karena kekuasaan seolah-olah menyamakan praktek budaya itu salah.
Ia menyebutkan, jika penyitaan terjadi karena tingkat kriminalitas dan kecelakaan terjadi karena akibat dari mengkonsumsi minuman keras maka yang harus disalahkan siapa?, pengonsumsinya bukan barang atau benda mati yang harus kita sita.
Menurutnya, kejahatan atau kecelakaan yang terjadi karena mengkonsumsi miras itu karena ketahanan daya tahan tubuh kita yang sudah mencapai batas, artinya kita minum sudah lebih dari satu botol dua botol maka itu kesalahan diri sendiri.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










