“Yang diciptakan akal itu manusia, benda mati tidak memiliki akal maka pertanyaannya jika manusia yang berakal menyalahkan sesuatu yang tidak berakal maka kita harus evaluasi diri masing-masing. Apa sebenarnya esensi dari akal itu sendiri? apa makna, apa hakikat yang paling dasar dari akal itu sendiri?” ucapnya.
Fabianus menyebutkan, PMKRI Maumere dan masyarakat menggelar aksi demo sebab benar-benar resah dengan tingkah laku, dengan perbuatan dengan kebijakan yang yang dibuat oleh Polres Sikka.
Penertiban Ataukah Pemberantasan
PMKRI Maumere dalam dialog memaparkan bahwa kegiatan yang dilakukan polisi merupakan perintah langsung dari Kapolda NTT melalui telegram kemudian dengan surat perintah Kapolres Sikka, para kroni-kroninya mulai mengindahkan perintah itu.
Setelah PMKRI Maumere menyatakan sikap dan menyatakan tegas untuk menolak tindakan seperti itu Polres Sikka langsung dengan sigapnya membuat klarifikasi.
“Klarifikasi ini menurut saya menjebak. Dalam pernyataan itu menyampaikan bahwa kita melakukan tindakan pengamanan, penertiban dan lain sebagainya tetapi penjelasan di bawah seakan-akan mungkin ini mau diberantas karena beberapa alasan-alasan kesenjangan sosial dan lain sebagainya,” sebutnya.
Menurut Fabianus itu yang sebenarnya tidak masuk akal, logika akal sehatnya tidak masuk sama sekali karena perintahnya adalah menertibkan tetapi penjelasan dari awal sampai akhir adalah pemberantasan.
Ia menambahkan, penertiban dan pemberantasan itu beda dan kalau penertiban pihaknya maklumi, memahami tetapi kalau sampai pemberantasan berarti polisi sedang menyentuh jantung peradaban masyarakat Kabupaten Sikka.
“Oleh karena itu kami secara sadar membuat suatu gerakan ini sebagai bukti bahwa kami sangat tidak sepakat dengan tindakan aparat.Bagaimana nasib masyarakat Kabupaten Sikka ketika hal ini kami tidak lakukan sebagai tanggung jawab kami menjaga amanah penderitaan rakyat,” ucapnya.
Fabianus menekankan, tindakan aparat yang sudah terjadi merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji karena polisi boleh mengamankan masyarakat tetapi jangan memutuskan nafas kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka.
Permohonan Maaf
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno,SIK usai dialog dihadapan semua peserta dialog dan diapit mama tua pemilik moke yang disita menghaturkan permohonan maaf.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










