MAUMERE, FLORESPOS.net-Puluhan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Santo Thomas Morus Maumere bersama warga dan petani Moke (arak) menggelar aksi demo di Mapolres Sikka, Kamis (6/11/2025).
Usai berorasi di depan Mapolres Sikka, massa diajak Kapolres Sikka melakukan aksi di halaman Mapolres Sikka dan berdialog di ruangan aula Mapolres Sikka yang juga dihadiri Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka.
Dalam dialog, Kapolres Sikka menjelaskan mengenai dasar dilakukannya penyitaan dan PMKRI Maumere serta warga memahami namun menolak penyitaan dan penggerebekan dilakukan hingga di Kuwu (tempat penyulingan Moke atau arak).
“Kejadian penyitaan moke di Kuwu menurut saya sangat mengganggu kehidupan masyarakat di Kabupaten Sika.Sudah sepatutnya Kepolisian Republik Indonesia harus dievaluasi, harus diubah semuanya supaya masyarakat bisa percaya Polri dalam hal ini Polres Sikka,” tegas Fabianus Rowa, Ketua PMKRI Maumere Cabang Santo Thomas Morus saat dialog, Kamis (6/11/2025).
Fabianus mengatakan, saat ini Polres Sika namanya sudah buruk di masyarakat bukan hanya soal penyitaan moke saja, banyak hal yang mencederai marwah kepolisian Resort Sikka itu sendiri.
Kebetulan saat ini kata dia, Kabupaten Sika sedang diramaikan dengan masalah penyitaan moke.
Dirinya menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Sika notabene memiliki pekerjaan yakni petani dan nelayan dan petani sendiri 50 persennya merupakan petani moke, itu fakta yang tidak bisa dibantahkan.
Lanjutnya, tetapi kemudian dengan hadirnya Polres Sikka terlebih khusus Kapolres Sikka yang hadir saat ini menjabat belum sampai satu tahun tetapi kemudian membuat suatu kebijakan yang sangat kontroversial yaitu penindakan mungkin bahasa halusnya adalah penertiban moke.
“Kami secara internal organisasi dan masyarakat pada umumnya paham bahwa kalau misalnya penyitaan moke itu terjadi di kios-kios dan lain sebagainya. Kita tidak mungkin aktif seperti ini karena kita paham bahwa kita tidak bisa membatasi orang untuk kemudian bisa mengkonsumsi dan lain sebagainya,” ucapnya.
Tetapi yang terjadi saat ini kata Fabianus, tindakan Polres Sikka kebablasan, langsung masuk sampai ke kuwu, langsung masuk ke daerah-daerah yang memiliki basis produksi moke itu sendiri.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










