Ia merasa sedih sebab banyak yang mau maju tetapi banyak juga yang tidak mendukung sehingga ada kesulitan yang dialami.
Menurutnya masyarakat kita itu mental juangnya rendah sekali dan itu menjadi tugas semua pihak untuk bisa mengangkat mereka agar bisa menjadi lebih baik dan sejahtera.
“Masyarakat kita punya tradisi lalu dan belum keluar dari kebiasaan tersebut sehingga itu yang mengalami kesulitan,” ucapnya.
Jano menegaskan,andai kata mereka sudah mulai dengan melepaskan tradisi yang dirinya istilahkan dengan pesta pora maka dia meyakini mereka bisa hidup lebih baik.
Ia menyebutkan, masyarakat mempunyai lahan yang mereka sudah garap tetapi karena pesta mereka tinggalkan sehingga semuanya menjadi rusak.
“Jadi itu yang kurang lebih yang kami alami selama ini. Kami ini kan dari kampung ke kampung yang kami jalankan. Jadi kami sangat antusias apabila ini ada kerja sama,” ujarnya.
Jano mencontohkan, saat ini di Lembata KSP Kopdit Pintu Air sudah ada kerja sama dengan Pemdanya untuk penanaman hortikultura dan yang lainnya masih sementara berproses.
Bupati Sikka menambahkan,apa yang sudah Pintu Air lakukan dengan sangat luar biasa dan sangat membantu masyarakat.
Menurutnya, kalau kemudian ada hal-hal yang bisa disinergikan untuk baik dia menyambut baik tapi dengan catatan-catatan seperti yang disampaikan Bapak Jano.
“Kerjasama bisa dilakukan tapi jangan sampai kemudian bisa merugikan pihak koperasi. Itu juga salah. Jadi artinya hubungannya resiprokal, semuanya untuk hal yang baik,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










