Tampak umat penuh semangat selama rangkaian perayaan berahmat ini berjalan, dan saat STIPAS membawakan lagu pascakomuni, umat spontan memberikan aplaus tepukan tangan.
Prosesi Akbar: Paduan Iman dan Budaya
Usai Perayaan Ekaristi Puncak peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosari, ribuan umat mengikuti prosesi pawai Arca Bunda Maria dari Gereja Katedral Ruteng menuju Bukit Golo Curu.
Sepanjang perjalanan umat terlibat aktif di tujuh tempat perhentian doa. Setiap perhentian disambut dengan tarian adat Manggarai dan sapaan adat dari berbagai etnis di Flores antara lain Manggarai, Bajawa, Lio, dan Sikka yang mempersembahkan ekspresi budaya mereka sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Bunda Maria.
Meskipun diikuti oleh lautan manusia, prosesi berjalan lancar dan berlangsung tertib, hening, dan penuh kekhusyukan dengan pengawalan aparat gabungan dari Polisi, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja serta organisasi THS-THM.
Nuansa kultural yang kuat berpadu harmonis dengan semangat religius Katolik, menghadirkan pemandangan yang memukau dan menyentuh hati. Festival Golo Curu menjadi harmoni semesta yang menyatukan kemajemukan masyarakat.
Terima Kasih
Ketua Umum Panitia FGC Maria Ratu Rosaruo Th. Yosefus Nono dalam sambutannya usai perayaan ekaristi puncak di Katedral Ruteng antara lain menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dengan caranya masing-masing menyukseskan FGC Maria Ratu Rosario Keuskupan Ruteng. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










