Salah satu alumni, Prof. Dr. Novri Kandowangko memuji kegiatan reuni Ikasmansa’87 kali ini. Kata dia, benar-benar berkesan dan menyentuh masyarakat.
“Luar biasa. Ini kegiatan Ikasmansa’87 yang paling berkesan. Terjun ke masyarakat dan memberikan pelatihan, edukasi dan memeriksa kesehatan mereka, adalah sesuatu yang sangat mereka butuhkan,” katanya.
Lanjutnya, “Apalagi, ada pembuatan sumur bor dari Yayasan Felix Maria Go. Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi warga. Sungguh mulia apa yang dilakukan yayasan ini dan juga teman-teman Ikasmansa’87.”
Kepala Adat Kuan Maumolo, Leonardus Sife dimintai tanggapan terkait aksi-aksi sosial dari Ikasmansa’87 dan YFMG, tidak dapat menyembunyikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Fransiscus Go.
Leonardus bersama warga Maumolo sempat tidak yakin ada pihak akan membantu mereka keluar dari persoalan air bersih yang telah membuat warga mengalami kekeringan selama puluhan tahun.
“Puluhan tahun kami mengalami kekeringan. Air bersih sulit kami dapatkan. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, masyarakat harus turun ke kali. Yang punya uang bisa beli tangki air. Kami benar-benar bersyukur,” imbuh Leonardus.
Kata Leonardus lagi, “Saya sebagai tokoh adat Maumolo sangat berterima kasih kepada Bapa Frans Go. Semoga Tuhan memberkati Bapa Frans Go bersama keluarga besarnya. Diberi kesehatan dan panjang umur, supaya Bapa Frans Go melalui yayasannya memperhatikan kami.” *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2










