MBAY, FLORESPOS.net-Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari lalu telah menekan 9 korban jiwa, 6 orang diantaranya meninggal dan 3 lain belum ditemukan.
Selain itu, bencana itu juga menyebabkan kerusakan parah pada tanaman pertanian warga setempat. Data yang dihimpun Florespos.net, Senin (15/9)2025), ada 8 desa yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Mauponggo.
Plt Dinas Pertanian Nagekeo, Perimus Nuwa, kepada Florespos.net, Senin (15/9/2025) mengakui pemerintah kabupaten telah mendata semua kerusakan dan total kerugian yang dialami petani pasca bencana.
Data tersebut, menurut dia, telah dikirim ke pusat untuk penanganan lebih lanjut. Dia lalu membeberkan data kerusakan tanaman pertanian akibat bencana tersebut.
* Desa Sawu:
– P3A Loka Labo Aeyeu: 27 petani terdampak, komoditi padi sawah rusak seluas 12,7 ha dengan total kerugian Rp 2.572.856.000
– P3A Mala Sawu: 92 petani terdampak, komoditi padi sawah rusak seluas 46,82 ha dengan total kerugian Rp 1.582.516.000
– P3A Lia Banga: 19 petani terdampak, komoditi padi sawah rusak seluas 10,13 ha dengan total kerugian Rp 342.394.000
– P3A Caya Coa: komoditi padi sawah rusak seluas 6,47 ha dengan total kerugian Rp 218.686.000
* Kelurahan Mauponggo:
– P3A Watuapi: 3 petani terdampak, komoditi padi sawah rusak seluas 1,8 ha dengan total kerugian Rp 62.530.000
* Desa Aewoe:
– P3A Aetoro: 7 petani terdampak, komoditi padi sawah, jagung, pepaya, cabai rawit, kacang hijau, dan semangka rusak dengan total kerugian Rp 82.070.000
* Desa Loka Laba:
– P3A Aeraga: 3 petani terdampak, komoditi cengkeh, pala, dan kakao rusak dengan total kerugian Rp 38.200.000
* Desa Wolo Ede:
– 3 petani terdampak, komoditi pala, cengkeh, kakao, kelapa, dan kemiri rusak dengan total kerugian Rp 39.715.000
* Desa Selejo:
– 1 petani terdampak, komoditi cengkeh dan pala rusak dengan total kerugian Rp 13.000.000
* Desa Laja Wajo:
– 16 petani terdampak, komoditi pala, cengkeh, kemiri, kelapa, dan talas rusak dengan total kerugian Rp 3.250.536.000.
“Kita sudah mendata semua dari jumlah orang, jenis tanaman dan total kerugian yang di alami petani pasca bencana itu. Dan data itu sudah kirim ke pusat” kata Perimus. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










