Tim Ekspedisi Patriot ITB Rekomendasi Untuk Evaluasi Kawasan Transmigrasi di Ngada - FloresPos Net

Tim Ekspedisi Patriot ITB Rekomendasi Untuk Evaluasi Kawasan Transmigrasi di Ngada

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memulai riset di Kawasan Transmigrasi Bajawa, di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

TEP dari ITB yang merupakan tim pertama dengan Output 1, yang Pimpinan TEP dari ITB Output 1 Dr. Getbogi Hikmawan, S.Si., M.Si., kepada Florespos.net, Selasa (9/9/2025) per telepon menjelaskan tim TEP ITB di telah memulai kegiatan di Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang dilakukan merupakan bagian penting dari Program Transmigrasi Patriot, sebuah inisiatif strategis yang digagas untuk mewujudkan kawasan transmigrasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Program Transmigrasi Patriot merupakan salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi yang berfokus pada peningkatan keberadaan dan peran sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari Transformasi Transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi bermitra dengan Perguruan Tinggi untuk melakukan pemetaan potensi, riset sosial-ekonomi, serta perancangan model pembangunan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot tiba di Bajawa pada 31 Agustus 2025 dan mengikuti apel gabungan di Kantor Bupati Ngada pada 1 September 2025. Selanjutnya melakukan rapat koordinasi bersama Pemda Ngada.

Tim ini terbagi menjadi dua kelompok, tim pertama dengan Output 1, yang dipimpin oleh Dr. Getbogi Hikmawan, S.Si., M.Si., dengan Tema “Rekomendasi Evaluasi untuk Kawasan Transmigrasi” dan tim kedua dengan Output 2, yang dipimpin oleh Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., dengan output “Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Spesifik”.

Dalam rapat koordinasi bersama Pemda Ngada dijelaskannya bahwa dirinya menyampaikan peran dari tim I.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Kelimutu Turun 30 Persen

“Riset tim kami berfokus untuk melakukan kajian dan evaluasi secara mendalam terhadap kawasan transmigrasi Bajawa. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial bagi pengembangan Kawasan Transmigrasi,” jelasnya.

Tim TEP ITB berada di Bajawa hingga Desember 2025, untuk menjalankan rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai dari identifikasi potensi dan tantangan, pemetaan spasial wilayah, dan evaluasi kawasan transmigrasi dalam rangka pengembangan kawasan transmigrasi.

Tim 1 beranggotakan Dr. Getbogi Hikmawan, S.Si., M.Si. (Ketua Tim), Maria Dolorosa Bhebhe,  S.T., M.P.W.K., Isnaini M. S.Si ., Artanti Mirta Kusuma, S.T., dan Syalwa Putria Kurniawati, S.Si.

Seluruh anggota tim akan berkolaborasi dengan stakeholders terkait secara intensif hingga Desember 2025.

Dalam pelaksanaannya, Tim 1 memiliki peran mendasar untuk menggali kondisi aktual kawasan secara menyeluruh, baik dari aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, layanan dasar dan ekologi.

Hasil kerja Tim ini akan menjadi landasan dalam perancangan tata kelola kolaboratif dan pembentukan korporasi masyarakat pada beberapa tahap selanjutnya.

Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ini dituntut untuk mengedepankan pendekatan yang partisipatif, berbasis data, serta mampu menangkap kompleksitas dinamika lokal dengan cara yang reflektif dan transformatif.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran lintas sektor, besar harapan kami agar Ekspedisi Patriot 2025 dapat menjadi langkah awal yang kokoh dalam membangun model pembangunan kawasan berbasis masyarakat.

Penerapan konsep saintek sejalan dengan program transmigrasi yang berorientasi pada pengembangan industrialisasi berbasis potensi lokal.

Rangkaian kegiatan tim Output 1 didesain dalam beberapa tahapan. Tahapan awal dimulai dengan pelaksanaan survei pendahuluan serta pemetaan lapangan, yang difokuskan pada tiga kecamatan utama di Kabupaten Ngada, yaitu Kecamatan Bajawa Utara, Kecamatan Riung Barat, dan Kecamatan Aimere.

Baca Juga :  Angkatan Perdana STIPER -FB Diwisuda 

Sebagai langkah awal, tim telah melakukan kunjungan ke ketiga lokasi tersebut untuk pra survei (rona awal) dan delineasi wilayah perencanaan sekaligus menjalin komunikasi awal dengan tokoh masyarakat, transmigran dan penduduk.

Dari hasil identifikasi awal, tim memperoleh temuan potensi kawasan yang cukup strategis untuk dilakukan pengembangan. Pada umumnya tantangan di tiga kawasan transmigrasi terkait keterbatasan dalam penyediaan infrastruktur layanan dasar.

Namun demikian, temuan ini masih bersifat indikatif dan perlu diverifikasi lebih mendalam. Oleh karena itu, tim merencanakan untuk melakukan survei lanjutan dalam beberapa minggu kedepan dengan observasi lapangan, wawancara serta diskusi langsung bersama transmigran dan penduduk lokal serta pemangku kepentingan.

Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih detail mengenai kondisi kawasan. Hasil dari survei lapangan menjadi landasan utama dalam merumuskan kajian dan strategi pengembangan di kawasan transmigrasi Bajawa.

Berdasarkan temuan data lapangan, diharapkan setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Bajawa.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ngada, diharapkan program ini mampu mendukung transformasi transmigrasi.

Kehadiran TEP ITB diharapkan tidak hanya memberikan rekomendasi evaluasi kawasan transmigrasi, tetapi juga mendukung perancangan model pembangunan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat
Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu
Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka
RAT Kopdit Setiawan Bajawa, Komitmen Tingkatkan Ekonomi Anggota dan Setia pada Kewajiban
Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada
Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Rubit Berharap Polres Sikka Mengusut Tuntas dan Keluarga Mendapatkan Keadilan
Pertamina Pastikan Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari
Petani Harus Jaga Siklus dan Keseimbangan Alam, Jangan Basmi Musuh Alami Tanaman
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:13 WITA

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:08 WITA

Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WITA

Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:33 WITA

RAT Kopdit Setiawan Bajawa, Komitmen Tingkatkan Ekonomi Anggota dan Setia pada Kewajiban

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:57 WITA

Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada

Berita Terbaru

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pose dengan pejabat Pemkab Mabar dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores di Labuan Bajo baru-baru ini.

Nusa Bunga

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:13 WITA

Nusa Bunga

Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:08 WITA

Nusa Bunga

Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada

Jumat, 6 Mar 2026 - 19:57 WITA