Menghidupkan Kembali Kemanusiaan - FloresPos Net

Menghidupkan Kembali Kemanusiaan

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 22:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

VIAN Ruma, aktivis yang gigih menolak proyek geothermal di Flores itu telah tiada. Ditemukan tak bernyawa ditemukan di sebuah gubuk. Apakah penyebabnya? Masih dalam proses pencari-tahuan. Entah sampai kapan. Semoga titik terang persoalan kemanusiaan ini segera benderang.

Dari kacamata filsafat eksistensialis, Vian Ruma adalah sosok yang ‘hidup sepenuhnya’. Jean-Paul Sartre pernah mengatakan, “Eksistensi mendahului esensi,” yang berarti manusia pertama-tama ada, baru kemudian ia mendefinisikan dirinya sendiri melalui pilihan dan tindakan.

Vian tidak sekadar ‘ada’. Ia telah memilih secara ‘bebas’ untuk menjadi seorang aktivis. Pilihannya untuk menolak proyek geothermal adalah perwujudan dari eksistensinya yang otentik.

Kematiannya, terlepas dari penyebabnya, seolah adalah pengakhiran paksa dari sebuah eksistensi yang memilih untuk tidak tunduk pada kekuatan dominan. Kebebasan untuk memilih dan berjuang, yang merupakan esensi dari eksistensi manusia, seolah dihukum dengan perampasan kebebasan paling mendasar yakni kebebasan untuk hidup.

Baca Juga :  Korupsi dan Ekonomi Biaya Tinggi

Jika Sartre fokus pada kebebasan individu, filsuf Emmanuel Levinas mengajarkan kita tentang tanggung jawab yang tak terbatas terhadap “wajah” orang lain.

Bagi Levinas, kehadiran orang lain yang rentan dan tak berdaya memanggil kita untuk bertindak. Vian Ruma bersama yang lain ‘yang menolak’ berjuang untuk “wajah-wajah” di sekitarnya (komunitas adat, lingkungan, dan generasi mendatang). Perjuangannya adalah manifestasi dari tanggung jawab etis ini.

Ia melihat proyek geothermal bukan hanya sebagai ancaman fisik, tetapi sebagai pelecehan terhadap martabat kolektif. Kematiannya adalah pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi mereka yang berjuang demi kebenaran.

Kisah Vian Ruma memaksa kita untuk bertanya: Apakah pembangunan seharusnya mengorbankan martabat, kebebasan, dan bahkan nyawa manusia? Atau, seharusnya pembangunan berpusat pada kemanusiaan dan kesejahteraan seutuhnya?

Kematian Vian Ruma bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari refleksi yang lebih dalam. Kasus ini memaksa kita untuk melihat kembali makna pembangunan itu sendiri. Apakah pembangunan seharusnya berpusat pada kemanusiaan dan kesejahteraan seutuhnya?

Baca Juga :  Menjaga Masa Depan Melalui Peran Sosial Guru

Kisah Vian Ruma adalah pengingat bahwa di balik proyek-proyek besar terdapat manusia dengan eksistensi, martabat, dan kebebasan mereka. Vian memang telah tiada. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan bahwa perjuangan Vian tidak sia-sia.

Satu hal ini bisa jadi melahirkan kepastian. Selama pembangunan masih menganggap manusia sebagai objek yang bisa digeser atau dibungkam demi “kemajuan,” maka kita hanya membangun monumen keserakahan yang didirikan di atas kuburan kemanusiaan itu sendiri.

Karena itu, mari kita pastikan bahwa pembangunan di Flores dan seluruh Indonesia senantiasa menghormati hakikat kemanusiaan yang ‘merambah’ alam semestanya sebagai jati dirinya yang patut dihargai dan dihormati. *

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:41 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:29 WITA