Tuan Pesta Bisa Diproses Hukum Bila Terjadi Keributan Saat Pesta - FloresPos Net

Tuan Pesta Bisa Diproses Hukum Bila Terjadi Keributan Saat Pesta

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Penyelenggara pesta atau tuan pesta bisa diproses hukum bila terjadi keributan, perkelahian bahkan penganiayaan yang berujung terjadinya pembunuhan di tempat pesta.

Di Kabupaten Sikka, kasus pembunuhan di tempat pesta dalam bulan Agustus 2025 kembali terjadi di Kelurahan Kota Baru, Maumere dan di Desa Pemana, Pulau Pemana.

“Terkait dengan itu, penyelidikan masih sementara berjalan, jadi tidak menutup kemungkinan kami akan mendalami terkait dengan apa yang menjadi pertanyaan dalam hal ini adalah keramaian di tempat pesta,” sebut Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Alkatiri dalam konferensi pers di Humas Polres Sikka, Jumat (29/8/2025).

Djafar mengatakan, kejadian pembunuhan saat pesta di Kelurahan Kota Baru pada hari Sabtu (23/8/2025) dinihari tersebut, pada hari itu pun ada 50 pasangan yang menikah dan semuanya menggelar pesta.

Baca Juga :  Pelanggan Keluhkan Pelayanan Perumda Ende, Kata Heri Gani: Kita Harus Take and Give

Ia menyesalkan hal ini tidak terlepas dari kebiasaan yang ada di wilayah Kabupaten Sikka yakni pesta pora hingga kemudian berujung kepada hal-hal yang terjadi yang kita semua tidak inginkan.

“Izin keramaian tentunya dikeluarkan oleh pihak Satintelkam Polres sikka dan disitu sudah tertulis poin-poin yang menjadi pernyataan langsung dari pihak penyelenggara acara atau pesta,” ungkapnya.

Djafar mencontohkan, dalam izin tersebut tercantum penyelenggaran pesta berlangsung hingga jam 12 malam dan hal-hal yang menjadi syarat untuk pengajuan izin itu tentunya dikeluarkan dari pihak Intelkam.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Pesan Gubernur dan Para Bupati di NTT Tingkatkan PAD

Reskrim Polres Sikka kata dia, terus melakukan pengembangan atau pemeriksaan dalam kasus pembunuhan di Kota Baru dan pihak penyelenggara pesta tetap akan diminta keterangan.

“Terkait dengan izin keramaian untuk sanksinya nanti akan kita lihat, kita akan dalami sejauh mana apakah penyelenggara pesta memberikan kesempatan atau turut serta. Itu masih akan kita dalami lagi,” ucapnya.

Djafar mencontohkan, di Desa Pemana setelah ada kejadian pembunuhan saat pesta ada surat penegasan dari pemerintah desa mengenai larangan menggelar pesta pada malam hari di wilayah desa tersebut.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA