Hal ini kata dia, dimulai dari pemilihan bahan kemasan yang tepat, desain kemasan yang menarik, hingga teknik pengemasan yang aman dan efektif untuk menjaga kualitas produk.

“Kegiatan pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku kuliner dalam pengemasan produk dalam rangka peningkatan kualitas dan keamanan produk, daya tarik produk,nilai jual produk dan pemenuhan standar industri dan regulasi,” ungkapnya.
Emma memaparkan, kegiatan berlangsung selama sehari dengan instruktur merupakan pelaku usaha UMKM Sherly Irawati Soesilo dan Metta Prabha Dewi dan pemateri tamu Carolina Y. Subandi selaku pemilik rumah makan Pondok Raos.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Even Edomeko mengatakan kegiatan pelatihan diadakan sebab pariwisata itu berhubungan dengan banyak orang dan wisatawan datang juga untuk menikmati kuliner.
Even menegaskan, kemasan juga ternyata sangat penting berhubungan dengan bisnis sehingga harus dipelajari dan orang yang memberi pelajaran tentang ini harus mereka yang punya pengalaman panjang tentang itu.
“Harapan saya Silahkan berguru hari ini pada narasumber dan silahkan tanya setelah pulang tolong bikin kuliner yang enak dalam kemasan yang indah,” pintanya.

Carolina Y. Subandi, pemilik warung makan Pondok Raos berceritera,dirinya bersama suami awalnya membuka usaha kecil-kecilan diawali dari penjualan secara online.
Carolina menyebutkan, produk makanan dan minuman yang dijual awalnya itu hanya jual biasa saja tidak memikirkan cara pengemasan yang baik.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










