Oleh: Dr. Vivick Tjangkung
HARI Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sudah di ambang mata. Semakin dekat kita melangkah ke tahun-tahun strategis menuju Indonesia Emas 2045—saat negara ini genap berusia satu abad—semakin mendesak pula pertanyaan ini kita jawab bersama: Apakah generasi penerus bangsa sudah benar-benar siap untuk memikul tanggung jawab masa depan?
Pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan slogan dan selebrasi. Jawaban sejatinya harus tercermin dalam upaya kolektif dan konkret dari seluruh stakeholder — pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, media lokal, komunitas pemuda, orangtua, dan tentu saja aparat penegak hukum — untuk menyelamatkan generasi yang paling muda di antara kita: Generasi Alpha.
Generasi Alpha adalah anak-anak yang lahir sejak tahun 2010 dan akan tumbuh dewasa di tengah gelombang kemajuan teknologi, kecanggihan digital, dan sayangnya, ancaman narkoba yang semakin merajalela — bahkan hingga ke desa-desa terpencil di NTT dan Flores.
Narkoba di Bumi Flobamora: Ancaman Nyata, Bukan Sekadar Isu
Sebagai putri asal NTT yang kini menjalankan amanah sebagai Kepala BNN Kota Tangerang, saya menyampaikan ini bukan sekadar dari perspektif institusional, melainkan dari lubuk hati terdalam sebagai anak bangsa yang mencintai Flores dan seluruh kawasan Flobamora.
Laporan demi laporan, operasi demi operasi menunjukkan kenyataan pahit: peredaran narkoba kini sudah menyusup hingga ke daerah-daerah yang dulu dianggap aman.
Tak sedikit generasi muda di Flores yang kini terjebak dalam lingkaran gelap penyalahgunaan narkotika. Ironisnya, banyak dari mereka adalah generasi Y dan Z — generasi yang semestinya kini menjadi garda depan pembangunan daerah.
Jika generasi X, Y, dan Z sudah banyak yang terpapar, maka jangan biarkan hal yang sama terjadi pada Generasi Alpha. Mereka harus kita jaga, kita lindungi, kita bekali. Bukan hanya dengan ilmu dan teknologi, tetapi juga dengan karakter, ketangguhan moral, dan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Mengapa Flores dan NTT? Karena tanah ini tak hanya kaya akan budaya, iman, dan ketangguhan leluhur, tetapi juga kini tengah berada di titik rawan.
Dalam diam, narkoba mulai menyusup ke pelosok desa, ke generasi muda yang tak lagi sekuat pagar moral tempo dulu. Jika kita gagal melindungi Flores hari ini, kita kehilangan benteng timur Indonesia esok hari.
Dan jika NTT terabaikan dalam misi penyelamatan generasi, maka janji Indonesia Emas 2045 hanyalah ilusi untuk kawasan timur yang sesungguhnya penuh potensi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










