Future School, Sinergi Lokalitas dan Globalitas (Perspektif Filsafat Pendidikan) - FloresPos Net

Future School, Sinergi Lokalitas dan Globalitas (Perspektif Filsafat Pendidikan)

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

PELUNCURAN program “Future School” oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur pada 23 Juli 2025 menandai babak baru dalam sejarah pendidikan daerah.

Inisiatif ini, yang dipimpin langsung oleh Bupati Antonius Doni Dihen, tidak sekadar memodernisasi ruang belajar melalui teknologi digital dan penguatan literasi, tetapi juga menyatakan bahwa pendidikan harus kembali pada hakikat filosofisnya: membentuk manusia yang utuh, berpikir kritis, berkarakter, dan berakar kuat dalam nilai-nilai budaya lokal.

Dalam kerangka filsafat pendidikan, program ini mencerminkan semangat paideia Yunani, sebuah jalan pembentukan karakter dan akal budi, yang bertemu dengan nilai-nilai konstruktivisme modern (Bruner, 1966) dan pendidikan pembebasan ala Paulo Freire (1970).

Konsep cerdas majemuk, penguasaan bahasa Inggris, dan literasi digital yang diusung Future School Flores Timur menandakan keberanian daerah ini untuk menjadi pionir transformasi pendidikan.

Baca Juga :  Bank NTT Siapkan Kredit Mikro Merdeka Atasi Ijon (habis)

Namun, kekuatan sejatinya terletak pada integrasi nilai-nilai Lamaholot dalam karakter peserta didik, sebuah pendekatan yang menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan lokalitas.

Model pembelajaran berbasis proyek (4C) dan pelatihan guru sebagai agen perubahan mempertegas bahwa pendidikan bukan sekadar instruksi, melainkan transmutasi nilai dan identitas.

Sejalan dengan Delors Report dari UNESCO (1996), Future School menghidupkan empat pilar pendidikan: belajar untuk mengetahui, melakukan, hidup bersama, dan menjadi.

Sementara itu, empat pilar pendidikan menurut Delors Report UNESCO (belajar untuk mengetahui, melakukan, hidup bersama, dan menjadi) mewakili fondasi holistik bagi pengembangan manusia seutuhnya.

Belajar untuk mengetahui mendorong penguasaan pengetahuan melalui rasa ingin tahu dan pemahaman mendalam; belajar untuk melakukan membekali individu dengan keterampilan praktis dan kemampuan beradaptasi di dunia kerja; belajar untuk hidup bersama menanamkan nilai toleransi, dialog, dan kerja sama dalam keberagaman; sementara belajar untuk menjadi menekankan pembentukan kepribadian dan karakter yang integral, memungkinkan setiap orang berkembang sesuai potensi dirinya sebagai insan yang bermartabat dan bermakna. Pilar-pilar ini menjadi napas dari pendidikan masa depan yang inklusif dan transformatif.

Baca Juga :  Pemda Flores Timur Bentuk 250 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pembelajaran berbasis 4C menekankan pengembangan keterampilan penting abad ke-21, yaitu kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis dan memecahkan masalah secara logis; kreativitas dalam menciptakan gagasan baru yang relevan dan inovatif; kolaborasi dalam bekerja sama secara harmonis dan menghargai keragaman; serta komunikasi yang efektif dalam menyampaikan dan menerima pesan melalui berbagai media dan situasi.

Keempat unsur ini saling menguatkan guna membentuk peserta didik yang adaptif, reflektif, dan siap menghadapi tantangan dunia nyata.

Berita Terkait

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama
Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WITA

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:40 WITA

Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA