LEWOLEBA, FLORESPOS.net-Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pagi ini, Rabu (6/8/2025). Letusan kali ini disertai gemuruh kuat hingga terdengar sampai Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
“Telah terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 06 Agustus 2025 pukul 09:17 WITA. Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12.5 mm dan durasi ± 43 detik,” tulis Pos Pengamat Gunungapi Ile Lewotolok dalam laporan periodik, Rabu pagi.
Suara gemuruh letusan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata terdengar sangat kuat hingga seng rumah di Kota Larantuka bergetar. Warga setempat sempat panik dan mengira Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur meletus.
Masih Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok menyebutkan, letusan tersebut disertai dengan gemuruh yang sangat kuat. Saat ini Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata masih pada Status Level III Siaga.
Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktifitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi.
“Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.”
Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










