Gunung Ile Lewotolok Meletus Disertai Gemuruh Kuat hingga Terdengar di Larantuka - FloresPos Net

Gunung Ile Lewotolok Meletus Disertai Gemuruh Kuat hingga Terdengar di Larantuka

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 10:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEWOLEBA, FLORESPOS.net-Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pagi ini, Rabu (6/8/2025). Letusan kali ini disertai gemuruh kuat hingga terdengar sampai Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

“Telah terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 06 Agustus 2025 pukul 09:17 WITA. Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12.5 mm dan durasi ± 43 detik,” tulis Pos Pengamat Gunungapi Ile Lewotolok dalam laporan periodik, Rabu pagi.

Suara gemuruh letusan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata terdengar sangat kuat hingga seng rumah di Kota Larantuka bergetar. Warga setempat sempat panik dan mengira Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur meletus.

Baca Juga :  Usai Menangkap Ikan di Teluk Lembata, Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal

Masih Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok menyebutkan, letusan tersebut disertai dengan gemuruh yang sangat kuat. Saat ini Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata masih pada Status Level III Siaga.

Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Baca Juga :  Warga Maumere Bersyukur Bisa Beli Sembako di Pasar Murah Partai Golkar

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktifitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi.

“Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.”

Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA