MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 30 atlet karate Shoto Kai Cabang Sikka yang baru pulang dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Turnamen Shoto Kai di Malang, Jawa Timur menemui Bupati Sikka di kantornya.
Dalam pertemuan di ruang kerja Bupati Sikka, Rabu (30/7/2025) tersebut para atlet yang meraih 18 medali emas, 11 perak dan 4 perunggu tersebut didampingi para pelatih dan orang tua.
“Kemarin saat mengikuti kegiatan Kejurnas ini semua biayanya dari swadaya orang tua masing-masing atlet. Kami membawa 30 atlet, 2 pelatih dan dan 6 orang tua ke Malang dengan menumpang kapal laut dari Ende ke Surabaya,” sebut Pelatih pendamping Shoto Kai Cabang Sikka, Maria Getrudis Alestri S.Tiwa, Rabu (30/7/2025).
Arye sapaannya mengatakan, pihaknya rutin mengikuti berbagai event dan turnamen dan di bulan September 2025 direncanakan akan mengikuti Kejurda dan open turnamen piala Gubernur NTT.
Para atlet juga kata dia, sedang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Tingkat Provinsi NTT dan Pra Pon 2028 mendatang dan seorang atlet dipersiapkan ikut kejuaraan dunia di bulan Oktober 2025 mendatang.
Dirinya mengakui pihaknya terkendala biaya untuk mengirimkan para atlet bertanding di berbagai turnamen termasuk ke kejuaraan dunia sebab untuk setelan pakaian saja, standar untuk pemula kelas Asia satu stel Rp4,5juta dengan alat.
“Harapan kami pemerintah bisa memperhatikan cabang beladiri yang berprestasi sebab selama ini ada kesenjangan, perbedaan terutama dalam kaitan dengan pendanaan,” ucapnya.
Arye menyebutkan, untuk cabang olahraga Karate pihaknya hanya mendapatkan dana Rp10 juta sampai Rp15 juta setahun dari KONI Sikka dan dibagi untuk Shoto Kai dan Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI).
Ia menambahkan, meski dana yang diterima sangat minim namun cabang olahraga beladiri selalu mengukir prestasi baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional dan internasional.
“Kami butuh banyak dana sebab untuk cabang olahraga beladiri satu atlet bisa turun hingga 3 kelas dan berpeluang bisa meraih juara.Kami minta agar pemerintah bisa memperhatikan cabang olahraga yang meraih prestasi khususnya cabang olahraga beladiri,” pintanya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










