MBAY, FLORESPOS.net-Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, meresmikan sumur bor di RT 09 Kelurahan Lape, Kabupaten Nagekeo, pada Senin, (30/6/2026)
Sumur bor ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AD dan BNPB. Air dari sumur bor ini akan dimanfaatkan oleh beberapa RT di wilayah tersebut, yaitu RT 8, 9, 10, dan RT 11. Dengan jumlah kepala keluarga 138, dan 648 jiwa.
Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, mengatakan peresmian sumur bor ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program “TNI Manunggal Air”.
Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xaviar Barreto Nunes, mengungkapkan bahwa TNI telah mengerjakan 427 sumur bor di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kegiatan ini Kerja sama dengan BNPB dalam pembangunan sumur bor ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Brigjen TNI Joao Xaviar Barreto Nunes menjelaskan bahwa BNPB merasa tergerak untuk melakukan kerja sama dengan TNI setelah melihat keberhasilan program pembangunan sumur bor.
Sebelumnya, program Pompa Hidram yang dipimpin oleh Simon Kamlasi telah dilaksanakan untuk memompa air dari sungai ke permukaan. Namun program ini memiliki kendala ketika air sungai kering.
Danrem 161/Wira Sakti menekankan pentingnya memiliki klasifikasi daerah rawan bencana untuk menghadapi bencana kekeringan. Saat ini, masih terdapat kendala dalam pemahaman bencana antara BNPB/BPBD dan TNI.
Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kerja sama dan koordinasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
Bersyukur atas Bantuan Sumur Bor
Pius Dhari, perwakilan masyarakat Lape menyampaikan bahwa bantuan sumur bor ini adalah jawaban atas kerinduan warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Pius Dhari juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan BPBD yang telah memberikan perhatian kepada warga Lape dalam penyediaan air bersih.
Masyarakat Lape, Kata Pius telah bersepakat untuk membentuk kepengurusan dalam mengelola sumur bor ini. Mereka juga telah merencanakan untuk membuat iuran guna merawat dan menjaga program ini supaya terus berlanjut.
Namun warga masih membutuhkan bantuan untuk mengganti tenaga listrik yang digunakan untuk memompa air dan sambungan rumah untuk masyarakat yang belum tersambung pipa air.
Pius Dhari berharap bahwa pemerintah dapat membantu masyarakat Lape melalui program-program yang ada. Ia juga berharap bahwa bantuan ini dapat terus berjalan.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada mengucapkan terima kasih kepada Danrem 161/Wira Sakti atas bantuan sumur bor yang diberikan kepada masyarakat. Program ini sejalan dengan program presiden terkait ketahanan pangan dan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dijelaskan Wakil Bupati, Nagekeo memiliki berbagai potensi yang dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah potensi sebagai penyuplai beras terbesar di NTT jika waduk yang direncanakan dapat terealisasi.
Namun saat ini Nagekeo masih menghadapi tiga masalah utama, yaitu air, jalan, dan listrik, yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Wakil Bupati Nagekeo berharap bahwa kehadiran Danrem 161/Wira Sakti dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama antara Forkopimda. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Nagekeo.
Penerimaan Anggota TNI
Wakil Bupati Nagekeo juga mengucapkan terima kasih atas undangan untuk menghadiri penerimaan anggota TNI sebanyak 500 orang dari gelombang pertama. Rencananya, batalion ini akan ditempati oleh 2000 orang.
Wakil Bupati Nagekeo berharap bahwa anggota TNI yang datang ke Nagekeo dapat memiliki KTP Nagekeo, karena ini akan mempengaruhi anggaran DAU dari pemerintah pusat.
Wakil Bupati Nagekeo menjelaskan bahwa DAU dari pemerintah pusat dihitung per jiwa, yaitu sekitar Rp3 juta per orang. Dengan demikian, kehadiran anggota TNI di Nagekeo dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi daerah.*
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran










