Danrem 161/Wira Sakti Resmikan Sumur Bor di Nagekeo - FloresPos Net

Danrem 161/Wira Sakti Resmikan Sumur Bor di Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 08:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, meresmikan sumur bor di RT 09 Kelurahan Lape, Kabupaten Nagekeo, pada Senin, (30/6/2026)

Sumur bor ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AD dan BNPB. Air dari sumur bor ini akan dimanfaatkan oleh beberapa RT di wilayah tersebut, yaitu RT 8, 9, 10, dan RT 11. Dengan jumlah kepala keluarga 138, dan 648 jiwa.

Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, mengatakan peresmian sumur bor ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program “TNI Manunggal Air”.

Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xaviar Barreto Nunes, mengungkapkan bahwa TNI telah mengerjakan 427 sumur bor di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kegiatan ini Kerja sama dengan BNPB dalam pembangunan sumur bor ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Brigjen TNI Joao Xaviar Barreto Nunes menjelaskan bahwa BNPB merasa tergerak untuk melakukan kerja sama dengan TNI setelah melihat keberhasilan program pembangunan sumur bor.

Sebelumnya, program Pompa Hidram yang dipimpin oleh Simon Kamlasi telah dilaksanakan untuk memompa air dari sungai ke permukaan. Namun program ini memiliki kendala ketika air sungai kering.

Baca Juga :  Kawal Distribusi Logistik Pilkada, Perjuangan Polisi dan TNI di Nagekeo ‘Lawan’ Arus Kali Aesesa

Danrem 161/Wira Sakti menekankan pentingnya memiliki klasifikasi daerah rawan bencana untuk menghadapi bencana kekeringan. Saat ini, masih terdapat kendala dalam pemahaman bencana antara BNPB/BPBD dan TNI.

Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kerja sama dan koordinasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.

Bersyukur atas Bantuan Sumur Bor

Pius Dhari, perwakilan masyarakat Lape menyampaikan bahwa bantuan sumur bor ini adalah jawaban atas kerinduan warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Pius Dhari juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan BPBD yang telah memberikan perhatian kepada warga Lape dalam penyediaan air bersih.

Masyarakat Lape, Kata Pius telah bersepakat untuk membentuk kepengurusan dalam mengelola sumur bor ini. Mereka juga telah merencanakan untuk membuat iuran guna merawat dan menjaga program ini supaya terus berlanjut.

Namun warga masih membutuhkan bantuan untuk mengganti tenaga listrik yang digunakan untuk memompa air dan sambungan rumah untuk masyarakat yang belum tersambung pipa air.

Pius Dhari berharap bahwa pemerintah dapat membantu masyarakat Lape melalui program-program yang ada. Ia juga berharap bahwa bantuan ini dapat terus berjalan.

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada mengucapkan terima kasih kepada Danrem 161/Wira Sakti atas bantuan sumur bor yang diberikan kepada masyarakat. Program ini sejalan dengan program presiden terkait ketahanan pangan dan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Nagekeo Genjot PTSL 2026 dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Dua Desa

Dijelaskan Wakil Bupati, Nagekeo memiliki berbagai potensi yang dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah potensi sebagai penyuplai beras terbesar di NTT jika waduk yang direncanakan dapat terealisasi.

Namun saat ini Nagekeo masih menghadapi tiga masalah utama, yaitu air, jalan, dan listrik, yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Wakil Bupati Nagekeo berharap bahwa kehadiran Danrem 161/Wira Sakti dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama antara Forkopimda. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Nagekeo.

Penerimaan Anggota TNI

Wakil Bupati Nagekeo juga mengucapkan terima kasih atas undangan untuk menghadiri penerimaan anggota TNI sebanyak 500 orang dari gelombang pertama. Rencananya, batalion ini akan ditempati oleh 2000 orang.

Wakil Bupati Nagekeo berharap bahwa anggota TNI yang datang ke Nagekeo dapat memiliki KTP Nagekeo, karena ini akan mempengaruhi anggaran DAU dari pemerintah pusat.

Wakil Bupati Nagekeo menjelaskan bahwa DAU dari pemerintah pusat dihitung per jiwa, yaitu sekitar Rp3 juta per orang. Dengan demikian, kehadiran anggota TNI di Nagekeo dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi daerah.*

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Willy Aran

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA