Pemerintah Belum Serius Tangani Perkebunan Manggarai Barat - FloresPos Net

Pemerintah Belum Serius Tangani Perkebunan Manggarai Barat

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bernadus Ambat

Bernadus Ambat

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mangggarai Barat (Mabar) NTT terkesan belum serius tangani masalah hama dan penyakit komoditi perkebunan dan tanaman semacam lainnya di daerah itu sampai sekarang.

Hal dimaksud di antaranya  bisa dilihat dari banyaknya tanaman kakao/cokelat, dan fanili di Mabar tahun-tahun terakhir terserang hama dan penyakit tetapi belum berhasil diatasi pemerintah setempat, tak terkecuali tanaman pisang.

Komoditi-komoditi tersebut sumber ekonomi masyarakat Mabar khususnya dan Flores umumnya.

Demikian Bernadus Ambat, anggota DPRD Mabar menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.

Baca Juga :  Ultras 2017 dan Ngada Mania Akan Gelar Nonton Bareng

Menurut dia, dulu mobil-mobil eksepedisi asal Flores, termasuk Mabar yang melakukan perjalanan melalu Labuan Bajo Mabar Flores barat yang hendak ke barat Indonesia, antara lain tujuan Denpasar-Bali dan Jawa, muatannya penuh pisang, tetapi sekarang nol, kosong.

Tanaman pisang di Flores, tak terkecuali Mabar, beberapa tahun belakangan terserang hama/penyakit dan belum berhasil diatasi pemerintah.

Di satu sisi, bagi masyarakat Flores, termasuk Mabar, pisang salah satu sumber pendapatan ekonomi mereka, disamping kakao/cokelat, fanili, kopi, cengkeh, kemiri dan lain. Khusus Pemerintah Mabar, semestinya serius mengatasi masalah hama dan  penyakit tanaman prkebunan setempat, khususnya kakao, pisang dan lain-lain.

Baca Juga :  Waduh! Pintu Masuk Timur Kota Larantuka Bertebaran Karung dan Kardus Isi Sampah

Sektor perkebunan di Mabar khususnya, sesungguhnya masyarakat sendiri yang punya semangat menanam,  perawat/mengola/melestari. Daya meniru masyarakat setempat membudidayakan tanaman/ komoditi perkebunan/ perdagangan sangat tinggi.

Sedangkan keterlibatan pemerintah sepertinya belum maksimal. Sampai sekarang pemerintah tampaknya belum berhasil membasmi hama/ penyakit kakao, pisang dan lain-lain, komentar Ambat.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Mabar yang lain, Martinus Mitar, juga senada.*

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana
Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah
Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue
PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029
Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:04 WITA

Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:18 WITA

Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah

Berita Terbaru