MAUMERE, FLORESPOS.net-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang melakukan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dan Pengumpulan Data (Puldata) terkait masalah dana Jasa Covid-19 Periode bulan Maret tahun 2020 hingga bulan September 2021.
Kepada awak media di Kantor Kejari Sikka usai berdialog dengan perwakilan PMKRI Maumere, Senin (5/5/2025) Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka Okky Prastyo Ajie membenarkan hal ini.
“Sebenarnya Kejari Sikka sudah melakukan Pulbaket tentang apa yang diperjuangkan para mahasiswa PMKRI. Nanti apa yang kita peroleh akan kita sampaikan kepada media,” sebutnya.
Okky menjelaskan, PMKRI Maumere juga telah menyerahkan data-data pendukung terkait dugaan penyalahgunaan Dana Jasa Covid-19 di RS TC Hillers Maumere.
Kata dia, data tersebut akan dipelajari terlebih dahulu,apakah sesuai dengan apa yang telah pihaknya peroleh sebab jika sesuai maka lebih mempercepat proses penanganan masalah tersebut.
“PMKRI Maumere saat dialog menyebutkan data yang diperoleh dan diberikan kepada Kejari Sikka merupakan hasil advokasi mereka. Data yang diberikan akan kita jadikan sebagai salah satu sumber entah itu keterangan maupun data,” ucapnya.
Okky menegaskan, terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana jasa Covid-19 di RS TC Hillers Maumere Kejari Sikka masih minim informasi yang akan diberikan kepada awak media.
“Kami masih minim informasi yang mau kami bagikan. Data yang diberikan PMKRI Maumere pun akan kami pelajari terlebih dahulu,” pungkasnya.
PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus Senin (5/5/2025) pagi menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka dan berdialog dengan pihak Kejari Sikka terkait permasalahan dana jasa Covid-19.
PMKRI Maumere mendesak Kejari Sikka segera melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait dana Jasa Covid-19 di RS TC Hillers Maumere periode Maret 2020 hingga September 2021 sebesar Rp 8,7 miliar.
“Kami mendesak aparat Kejari Sikka untuk bisa menelisik, mengkaji dan melihat ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di kubu manajemen RS TC Hillers Maumere dan Pemda Sikka,” sebut Ketua PMKRI Cabang MaUmere Santo Thomas Morus Fabianus Rowa, Senin (5/5/2025).
Fabianus menyebutkan, PMKRI Maumere menggelar demo sebab melihat ada hal-hal yang disembunyikan baik dari manajemen RS TC Hillers dan Pemda sikka terkait penanganan dana jasa Covid-19. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










