Keuskupan Maumere Adakan Misa untuk Almarhum Paus Fransiskus - FloresPos Net

Keuskupan Maumere Adakan Misa untuk Almarhum Paus Fransiskus

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 18:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Maumere RD Yakobus Donnisius Migo

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Maumere RD Yakobus Donnisius Migo

MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menyampaikan dan menyerukan kepada seluruh gereja di wilayahnya dan komunitas religius untuk mengadakan misa bagi Bapa Suci Paus Fransiskus.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Keuskupan Maumere mendapatkan berita resmi terkait wafatnya Paus Fransiskus yang dikirimkan melalui email dari Vatikan oleh Kardinal Carmelenggo.

“Kami mendengar berita duka yang langung disampaikan Kardinal Carmelenggo yang dijawab oleh Kardinal Kevin Farel dari Vatikan terkait telah berpulangnya Paus Fransiskus Senin (21/4/2025) pukul 07.35 waktu setempat,” ucap Sekertaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Maumere RD Yakobus Donnisius Migo, Selasa (22/4/2025).

Romo Donni menyebutkan, sejak pagi ini, Selasa (22/4/2025) Bapa Uskup Maumere meminta diadakan misa untuk mendoakan Paus Fransiskus sampai dengan jadwal pemakaman yang beritanya akan didengar langsung dari Vatikan.

Menurutnya, biasanya seturut tradisi 4 sampai 6 hari masa perkabungan, memang ada berita juga sampai hari kesembilan baru Paus Fransiskus dimakamkan, namun berita resmi dari Vatikan belum diterima.

“Dengan ini kami menyampaikan pula gereja-gereja paroki dan komunitas mendoakan Paus sampai hari pemakaman dan didalam doa syukur agung tidak disebutkan nama Paus tapi dalam persatuan dengan Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu,” ungkapnya.

Romo Donni melanjutkan, untuk sementara di Vatikan tugas keseharian Paus diambil alih oleh Kardinal Crmelenggo dan setelah pemakaman sekitar 2 sampai 3 minggu dilakukan konklaf untuk memilih Paus baru.

Ia mengatakan, sekitar 137 kardinal yang berusia dibawah 80 tahun akan diundang ke Roma untuk mengikuti konklaf di Kapela Sistina.

Romo Donni menjelaskan, sebelum terpilihnya Paus baru, dalam doa syukur agung saat perayaan ekaristi nama Paus belum diucapkan.

Baca Juga :  Guru Desak Pemda Ende, Bayar TPG dan TKG Triwulan IV Tahun 2024

“Kita sungguh terberkati sebab ketika terpilih tahun 2013 Paus Fransiskus masuk menjadi salah satu pemimpin berpengaruh di dunia dan terbukti di majalah Time,” ucapnya.

Romo Donni mengatakan, diakhir masa pontifikalnya Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia yang mana ini memang tidak terduga tapi Paus Fransiskus mempunyai kerinduan untuk mengunjungi Indonesia.

Dirinya menceritakan, selama 3 tahun tinggal di Roma dan pernah bertemu secara langsung dan memberi hadiah Lipa Prenggi dan topi Songke Manggarai kepada Paus Fransiskus.

Menurutnya, Paus Fransiskus  merupakan sosok yang sangat sederhana dan memberi diri total dalam pengabdiannya bahkan di hari Minggu sebelum wafat beliau  memberikan berkat terakhir dalam doa Angelus.

“Untuk saya beliau seorang pemimpin yang total dan sederhana bahkan dalam wasiatnya beliau tidak mau pemakamannya dibuat semeriah mungkin tapi dibuat sederhana,” tuturnya.

Bagi Romo Donni, Paus Fransiskus berbeda dengan paus-paus yang lain terkait kesederhanaan dan spontanitas dalam tugas pengabdiannya sebagai gembala umat Katolik.

Ia mencontohkan, kadang di Roma saat Paus Fransiskus lewat dan mereka memanggilnya Bapa Suci beliau berpaling dan mengatakan saya bukan orang kudus.

“Untuk saya secara pribadi Bapa Suci Paus Fransiskus menjadi teladan kepemimpinan Katolik dan sebagai iman teladan bagi kami untuk menuju kesucian,” ungkapnya.

Romo Donny juga menjelaskan, setelah paus wafat maka cincin yang dikenakan akan diambil lalu dihancurkan berdasarkan tradisi gereja Katolik sebagai simbol berakhirnya masa kekuasaan pemimpin tertinggi umat Katolik.

Setiap Paus yang bertakhta memang selalu memakai cincin yang disebut Fisherman’s Ring sebagai simbol pemimpin Agung gereja Katolik dunia.

Baca Juga :  Program Pemimpin Baru Kabupaten Sikka Harus Sudah Mulai Dieksekusi

Kini, the Fisherman’s Ring yang dikenakan Paus Fransiskus juga akan segera dihancurkan, beserta segel takhta suci yang biasa ia gunakan.

“Barang-barang tersebut akan dihancurkan oleh Carmelengo yang merupakan pemimpin sementara Vatikan menggunakan palu khusus oleh Kardinal Carmelengo,” terangnya.

Sekjen Keuskupan Maumere ini mengatakan, praktik ini bukan sekadar menandakan berakhirnya otoritas Paus dalam gereja Katolik dunia tapi penghancuran cincin Paus ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan The Fisherman’s Ring dan segel untuk memalsukan dokumen.

Kardinal Carmelengo yang mengumumkan dan melakukan prosesi penghancuran the Fisherman’s Ring serta segel Kepausan di hadapan para kolega Kardinal di Vatikan.

“Prosesi ini dilakukan secara formal persis sebelum dimulainya konklaf atau pemilihan Paus berikutnya di Vatikan,” paparnya.

Tradisi penghancuran cincin Paus sempat tak dilakukan pada era Paus Benediktus XVI lantaran mantan Paus tersebut mengundurkan diri pada 2013.

Kardinal Carmelengo saat itu hanya membuat tanda salib di bagian atas cincin Paus Benediktus XVI menggunakan kikir baja.

Untuk diketahui, Paus Fransiskus pernah mengunjungi Indonesia pada tanggal 3 sampai 6 September 2024 dan memimpin misa di Gelora Bung Karno Jakarta yang dihadiri lebih dari 100.000 umat.

Beliau juga bersilaturahmi ke Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahmi. Pesannya sederhana namun menggetarkan, “Kita berasal dari tradisi yang berbeda, tapi berbagi kehidupan yang saling mendukung.”

Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936, Fransiskus menjadi Paus ke-266, sekaligus yang pertama dari Amerika Latin. Ia dikenal sebagai pribadi rendah hati, dekat dengan umat, dan aktif dalam isu sosial. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA