Uskup Kedua KAK Meninggal Dunia, Ini Informasi Kedatangan Jenasah Mgr. Petrus Turang - FloresPos Net

Uskup Kedua KAK Meninggal Dunia, Ini Informasi Kedatangan Jenasah Mgr. Petrus Turang

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Uskup kedua Keuskupan Agung Kupang (KAK), Mgr. Petrus Turang menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 4 April 2025 pukul 06.20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan dalam usia 78 tahun.

Jenazah almarhum sesuai rencana diberangkatkan ke Kupang pada Sabtu, 5 April 2025 dan selanjutnya disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang.

Almarhum Mgr. Petrus Turang yang lahir di Sulawesi Utara, 23 Februari 1947 menjabat Uskup Agung Kupang sejak 10 Oktober 1997 hingga 9 Maret 2024.

Sebelum menjabat Uskup Agung Kupang menggantikan Mgr. Gregorius Monteiro, Mgr. Petrus Turang yang ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974 itu, beliau menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif PSE-KWI.

Beliau ditahbiskan menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang oleh Uskup Agung Jakarta Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ, didampingi Pro-Nuncio Apostolik untuk Indonesia bergelar Uskup Agung Tituler Bellicastrum Mgr. Pietro Sambi dan Uskup Agung Kupang saat itu Mgr. Gregorius Monteiro, SVD pada 27 Juli 1997 bertempat di Arena Promosi Hasil Kerajinan Tangan Rakyat NTT, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang dengan motto Episkopalnya: “Pertransiit Benefaciendo” (Kis. 10:38).

Baca Juga :  Camat Iwan Akan Batalkan Perdes Pungutan Turis di Desa Komodo Manggarai Barat

Dalam perjalanan sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang dan belum lama mendampingi Mgr. Gregorius Monteiro, SVD, peristiwa duka menyelimuti seluruh umat Keuskupan Agung Kupang atas wafatnya Mgr. Gregorius Monteiro, SVD pada 10 Oktober 1997, dalam usianya 72 tahun.

Maka sejak saat itu, Mgr. Petrus Turang secara otomatis menggantikan Mgr. Gregorius Monteiro, SVD menjadi Uskup Agung Kupang sesuai kanon 402§3, sekaligus menjadi uskup kedua Keuskupan Agung Kupang.

Setelah menjabat 27 tahun menjadi Uskup Agung Kupang, estafet kepemimpinan dilanjutkan Mgr. Hironimus Pakaenoni pada Kamis, 9 Mei 2024.

Kepada penggantinya, beliau menegaskan, uskup harus menjadi teladan di tengah umat.

Media ini telah menghubungi Sekjen Keuskupan Agung Kupang, RD Erick Fkun soal peristiwa duka dimaksud hingga kapan dan di mana dimakamkan melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapat jawaban.

Imbauan Paroki Penfui

Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, RD Krispinus Saku sebagai paroki yang wilayah reksa pastoralnya mencakup Bandara El Tari Kupang menyampaikan beberapa imbauan dan informasi terkait kedatangan jenazah Mgr Petrus Turang di Kupang pada Sabtu, 5 April 2025 Pukul 10.00 Wita.

Baca Juga :  Wabup Bukan Ban Serep, Yosef Badeoda Tegaskan Alasan Memilih Dokter Domi Mere

Pertama, Mohon seluruh umat untuk mempersembahkan doa untuk keselamatan beliau.

Kedua, Besok (Sabtu, 5 April 2025) seluruh umat, khususnya wilayah 7, 8, 9, 10, 11 dan Stasi YMY Liliba untuk menjemput jenazah beliau dengan berdiri sambil berdoa sepanjang jalan dari bandara menuju jembatan Liliba.

“Kita berdiri dengan mengambil sisi kiri dari arah bandara. Umat Kuasi Paroki St. Petrus-Paulus Oesapa dan umat Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana akan menempati sisi kanan,” terang RD Krispinus.

Ketiga, diharapkan pada ketua KUB, wilayah, dan sasi untuk mengkoordinir umat.

“Kita diharapkan membawa lilin masing- masing. Harap kita tidak meninggalkan sampah di lokasi tempat kita menunggu. RIP Mgr. Petrus Turang. Doa dan cinta kami umat Paroki Santo Yoseph pekerja Penfui untuk bapa uskup,” tulis RD Krispinus. *

Penulis : Leo Ritan

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA