“Saya senang berada di sini. Sebelumnya mengenal ibu vero dalam hal berbeda, dan hari ini mengenal ibu Vero sebagai direktur dan saya sebagai Wabup. Saya kira kesejahteraan dan pelestarian lingkungan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggungjawab bersama termasuk NGO,” katanya.
Wakil Bupati Ignas Uran mengatakan, Pemda mempunyai keterbatasan anggaran dan juga keterbatasan cara pandang. Karena itu aspek pemberdayaan berbasis potensi di wilayah pesisir selatan Pulau Solor tersebut mesti diapresiasi.
“Kami hadir hari ini bukan semata seremonial, tapi bentuk pengakuan dan penghargaan atas kontribusi besar LSM/NGO dalam hal ini Yayasan Tanah Ile Boleng dan kelompok masyarakat yang melakukan terobosan dengan budidaya rumput laut ini,” katanya.
Wakil Bupati Ignas Uran berharap, kelompok masyarakat untuk terus budidaya rumput laut baik sekarang maupun pasca atau setelah intervensi dari LSM/NGO.
“Saya berharap khusus untuk kelompok masyarakat di wilayah selatan Solor, kita mesti membersihkan diri dari ketergantungan berlebihan. Dalam masa intervensi ini kita bekerja didanai oleh pihak ketiga, maka manfaatkan momentum berharga ini untuk belajar mandiri sehingga saat masa kontrak NGO berakhir ada kemandirian pengelolaan dan pengembangan selanjutnya,” harapnya.
Ia juga berharap, Pemda dalam hal ini dinas teknis terkait agar menjadikan pendampingan LSM/NGO itu sebagai pembelajaran.
“Semoga dengan Pioneer proyek ini, Pemda juga belajar sehingga pada saatnya tidak perlu ekspansi kelompok yang banyak, tapi dengan yang ada. Kita bisa hadir untuk keberlanjutan pendampingan dan pemberdayaan,” katanya.
“Atas nama Pemda, Bupati dan saya serta dinas teknis menyampaikan limpah terima kasih kepada direktur YTIB dan kelompok masyarakat dengan program konservasi yang luar biasa ini,” kata Wakil Bupati Ignas Uran.
Mengakhiri sambutan dan dialognya, Wakil Bupati Ignas Uran meminta kelompok budidaya rumput laut meningkatkan produksi dan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perikanan dan Kelautan yang nanti didirikan Pemda Flores Timur.
“Pemasaran berbagai produk itu berkaitan dengan berapa omset, kita mesti beralih dari produksi untuk konsumsi ke industri. Pemda dirikan BUMD Perikanan dan Kelautan. Itu yang bisa kami janjikan. Manfaatkan. Tugas kelompok, tingkatan produksi rumput laut,” katanya.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










