Komunitas Masyarakat Adat Suku Soge dan Goban Desak Pemerintah Bertanggungjawab Terhadap Masalah HGU Nangahale - FloresPos Net - Page 2

Komunitas Masyarakat Adat Suku Soge dan Goban Desak Pemerintah Bertanggungjawab Terhadap Masalah HGU Nangahale

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut saat berada di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (17/2/2025). (FOTO: EBED DE ROSARY)

Warga Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut saat berada di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (17/2/2025). (FOTO: EBED DE ROSARY)

Bagian Dari Negara

Pengurus Daerah Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Flores bagian timur Antonius Toni menegaskan masyarakat adat menjadi bagian dari warga negara Indonesia.

Antonius sampaikan masyarakat adat mempertahankan dan memperjuangan tanah warisan nenek moyang mereka.

Masyarakat membuat rumah karena itu tradisi yang diwarisi nenek moyang dan menjaga tanah ulayat adalah hak yang harus diwariskan kepada anak cucu mereka.

“Menjaga wilayah tidak terlepas dari peran masyarakat juga. Sering ditanyai masyarakat mempunyai hak alas dimana,” ucapnya.

Baca Juga :  Warisan Budaya Tak Benda Nasional, Apa Keunikan Semana Santa Larantuka dan Sole Oha?

Toni mengatakan masyarakat adat ada sebelum negara dan Republik Indonesia diproklamirkan sementara ada yang baru datang lalu diakui dan diberikan sepotong surat SK HGU.

Ia menyebutkan, pemikiran masyarakat, tanah itu merupakan tanah mereka dan setelah Indonesia merdeka mereka tidak mengetahuinya.

Menurutnya, pihaknya hadir dan mencatat dimana salah, dimana benar dan tidak bisa memihak kepada siapapun.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan Lima Puskesmas di Sikka Ikuti Pelatihan Kesehatan Jiwa

“Tetapi dimana orang-orang kecil yang ditindas dan diterlentarkan maka tugas kita mencatat dan menyampaikan,” ucapnya.

Toni menyampaikan, kalau tanggapan balik pemerintah diisi dengan banyak kepentingan maka masyarakat adat tetap terpinggirkan, tidak punya tempat di wilayah Republik Indonesia.

Kata dia, masyarakat juga menyumbang suara dalam memilih pemimpin saat Pemilu dan memberikan data untuk kepentingan pembangunan di wilayah Kabupaten Sikka. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 366 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Berita Terbaru

Advertorial

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:52 WITA