Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD TC Hillers Maumere dr. Mario B. Nara, SpA saat ditemui mengakui masih terdapat 6 anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dokter Mario merincikan, bulan Desember 2024 pihaknya menangani 40 anak pasien DBD sementara bulan Januari 2025 sebanyak 32 anak dan bulan Februari 2025 hingga tanggal 10 Februari sudah merawat 11 anak.
“Jumlah pasien DBD yang dirawat belum termasuk orang dewasa. Memang hingga hari ini jumlah kasus DBD mengalami penurunan dibandingan periode yang sama di tahun lalu,” ungkapnya.
Mario menjelaskan, anak-anak rentan sekali terserang DBD sebab sistem imun tubuh mereka belum sempurna dan respon tubuhnya terhadap virus yang masuk reaksinya lebih hebat daripada orang dewasa.
Ia mengatakan, rata-rata setelah pasien DBD anak dirawat 5-7 hari, kondisi klinisnya baik dan trombositnya sudah naik diatas 1.000 maka pasien bisa kembali ke rumah dan menjalani rawat jalan.
“Bila mengalami demam lebih dari tiga hari, mengalami nyeri pada tulang dan ada tanda pendarahan, keluar darah di hidung,gusi dan kulit maka segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melaukan pemeriksaan fisik dan darah,” pintanya.
Mario menyebutkan, apabila pasien trombositnya menurun maka harus dicurigai terinfeksi virus dengue sehingga mungkin bisa menjalani rawat jalan atau rawat inap di fasilitas kesehatan terdekat.
“Pencegahannya agar tetap aktif melakukan 3 M Plus di masyarakat seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, membersihkan tempat-tempat sarang nyamuk dan menggunakan obat nyamuk,” pesannya. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










