Apa Itu PPDB Domisili Gantinya PPDB Zonasi? Tak Lagi Pakai KK - FloresPos Net - Page 2

Apa Itu PPDB Domisili Gantinya PPDB Zonasi? Tak Lagi Pakai KK

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 07:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal itu tercantum dalam Surat Keputusan Sekretaris Jenderal (Kepsesjen) Kemendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 di mana telah mengatur agar bukti domisili sejalan dengan data dinas, yaitu menggunakan Kartu Keluarga (KK).

Pada PPDB zonasi tahun 2024, ketentuan KK untuk mengukur jarak rumah dan sekolah seperti ini: Domisili calon peserta didik didasarkan pada alamat pada Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Apabila kurang dari 1 (satu) tahun terjadi perubahan data KK yang tidak menyebabkan perpindahan domisili, maka KK tersebut masih dapat digunakan sebagai dasar seleksi jalur zonasi.

Baca Juga :  Persim “Saudara Tua” Manggarai Raya Bawa Pesan Bupati Nabit

Perubahan data pada KK yang tidak menyebabkan perpindahan domisili, seperti penambahan anggota keluarga (penambahan anggota ini selain calon peserta didik), pengurangan anggota keluarga (meninggal dunia didasarkan keluarga pindah) atau KK hilang atau rusak.

Hingga saat ini pemerintah hanya mengumumkan bahwa PPDB domisili 2025 tak menggunakan KK. Apakah menggunakan suket, surat keterangan domisili, atau surat keterangan dari RT RW belum diketahui secara pasti.

Baca Juga :  Dukung Ketua dan Wakil Askab Ende Terpilih, Flores United Harap Ada Turnamen Rutin

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah akan menghapus istilah zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

PPDB zonasi adalah sistem penerimaan siswa yang ditentukan pemerintah berdasarkan jarak antara rumah siswa dan sekolah terdekat. Apalagi setiap pelaksanaan PPDB jalur zonasi, seringkali mendapatkan keluhan dari masyarakat.

Misalnya, yang jaraknya terdekat ke sekolah justru gagal masuk ke sekolah tersebut. Sebelumnya juga, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga meminta agar PPDB sistem zonasi dievaluasi.*

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 324 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru