BORONG, FLORESPOS.net-Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara ( BPGMBGTNT) turun ke Desa Paang Leleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, terkait pergerakan tanah.
“Beberapa waktu lalu BPBD mendampingi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi terkait kondisi pergerakan tanah di Nenu, Desa Paang Leleng, Kecamatan Kota Komba Utara,” kata Kepala BPBD Matim, Petrus Subin kepada Florespos.net, Senin (20/1/2025).
Petrus mengatakan hasil kajian nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan apakah perlu dilaksanakan relokasi terhadap warga korban bencana, dan penanganan terkait warga yang menjadi korban pergerakan tanah tersebut.
Pergerakan tanah yang terjadi pada Desember 2024 itu, katanya, mengakibatkan kerusakan rumah dan juga kebun warga.
“Untuk sementara warga tidak melakukan aktivitas di kebun karena takut ancaman tanah longsor,” kata Petrus.
Kata Petrus, pemerintah sendiri telah menyatakan siap untuk direlokasi demi keselamatan dan kenyamanan warga.
“Namun kita menunggu hasil dari balai seperti apa proses dan jalan keluar yang terbaik bagi warga yang terkena dampak,” katanya. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wentho Eliando










