Sementara itu, Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sambutan mengatakan Reba merupakan warisan leluhur sejak dari dulu. Reba merupakan wujud identitas yang harus ditunjukkan dan menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat yakni menunjukkan semangat persaudaraan.
Reba yang dipadukan dengan perayaan inkulturasi merupakan sebuah hal yang luar biasa. Dengan tema Reba, meningkatkan kasih persaudaraan dalam keluarga dan komunitas sungguh sangat luar biasa karena dengan Reba persaudaraan semakin dikokohkan. Semua warga suku kembali ke rumah pokok untuk memperkuat persaudaraan seperti yang ditunjukkan leluhur dan diwariskan hingga saat ini.
Sebagai masyarakat Ngada, kata Raymundus yang juga Bupati terpilih periode 2024-2029, patut bersyukur dan berbangga. Di mana pada tahun 2017, Reba telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan juga mengharuskan untuk terus mencintai budaya dan melestarikannya, katanya.
Kata Raymundus, Reba merupakan bagian dari ritus agama asli leluhur lewat doa dan kurban. Dengan kata lain, Reba adalah ritual yang diciptakan oleh para leluhur sebagai jembatan yang menghubungkan manusia dengan sang pencipta.
Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilius Juji dalam kesempatan yang sama mengatakan ketika menyelenggarakan pesta adat Reba dimana ada sejumlah lantunan syair adat yang dikumandangkan tentunya memiliki makna tersendiri.
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










