Uskup Budi Kleden: Reba Adalah Nilai yang Perlu Diteruskan - FloresPos Net - Page 2

Uskup Budi Kleden: Reba Adalah Nilai yang Perlu Diteruskan

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2025 - 10:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden Saat Menari Adat O Uwi pada Reba Langa

Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden Saat Menari Adat O Uwi pada Reba Langa

Sementara itu, Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sambutan mengatakan Reba merupakan warisan leluhur sejak dari dulu. Reba merupakan wujud identitas yang harus ditunjukkan dan menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat yakni menunjukkan semangat persaudaraan.

Reba yang dipadukan dengan perayaan inkulturasi merupakan sebuah hal yang luar biasa. Dengan tema Reba, meningkatkan kasih persaudaraan dalam keluarga dan komunitas sungguh sangat luar biasa karena dengan Reba persaudaraan semakin dikokohkan. Semua warga suku kembali ke rumah pokok untuk memperkuat persaudaraan seperti yang ditunjukkan leluhur dan diwariskan hingga saat ini.

Baca Juga :  BRI Bajawa Tanda Tangan Kerjasama dengan Kejari Ngada

Sebagai masyarakat Ngada, kata Raymundus yang juga Bupati terpilih periode 2024-2029, patut bersyukur dan berbangga. Di mana pada tahun 2017, Reba telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan juga mengharuskan untuk terus mencintai budaya dan melestarikannya, katanya.

Baca Juga :  Moses Jala Watu Daftar Balon Bupati Ngada di NasDem

Kata Raymundus, Reba merupakan bagian dari ritus agama asli leluhur lewat doa dan kurban. Dengan kata lain, Reba adalah ritual yang diciptakan oleh para leluhur sebagai jembatan yang menghubungkan manusia dengan sang pencipta.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilius Juji dalam kesempatan yang sama mengatakan ketika menyelenggarakan pesta adat Reba dimana ada sejumlah lantunan syair adat yang dikumandangkan tentunya memiliki makna tersendiri.

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Berita ini 523 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA