MBAY, FLORESPOS.net-Di Malaruma Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, sebuah lahan kosong kini menyimpan harapan besar bagi ribuan keluarga di Kecamatan Aesesa.
Di atas tanah itu, luas lahan 10 hektar, SMAN Katolik akan berdiri, menjadi simbol komitmen negara dan gereja dalam memperluas akses pendidikan menengah bermutu di Nagekeo.
Selasa (19/5/2025) siang, suasana berbeda terasa di lokasi tersebut. Rombongan pejabat tinggi Kementerian Agama RI dan Kanwil Kemenag NTT datang langsung untuk melihat kondisi lapangan.
Hadir Direktur Jenderal Bimas Katolik Drs. Suparman, Direktur Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo, dan Kakanwil Kemenag NTT Kariyanto. Mereka didampingi Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada yang berjalan bersama meninjau batas lahan dan kontur tanah.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah konkret memastikan bahwa pembangunan SMAN Katolik benar-benar dimulai dan menyasar kebutuhan riil masyarakat.
Selama ini, banyak siswa di Aesesa dan wilayah sekitarnya harus menempuh jarak jauh untuk mengakses SMA yang berkualitas. Kehadiran SMAN Katolik di Malaruma, Lape diharapkan memangkas jarak, biaya, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
Konsep SMAN Katolik yang akan dibangun mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendidikan karakter dan pembinaan iman.
Tujuannya jelas mencetak lulusan yang tidak hanya lulus ujian, tetapi juga memiliki kepribadian, tanggung jawab sosial, dan semangat pelayanan. Bagi daerah dengan mayoritas penduduk Katolik seperti Nagekeo, pendekatan ini sangat relevan.
Dirjen Bimas Katolik Suparman mengatakan, kehadiran SMAN Katolik di Nagekeo diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan menengah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan iman peserta didik.
“Kami ingin memastikan lokasi ini layak dan strategis. SMAN Katolik harus hadir sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi muda cerdas, berintegritas, dan berakar pada nilai-nilai Katolik,” ujar Suparman di sela peninjauan.
Direktur Pendidikan Katolik, Albertus Triyatmojo, menambahkan bahwa SMAN Katolik akan menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan dengan pendidikan iman dan karakter.
Menurutnya, model ini penting untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas keagamaan.
Kakanwil Kemenag NTT Kariyanto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan menjadi contoh kolaborasi pusat-daerah dalam bidang pendidikan.
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada menyambut baik rencana pembangunan tersebut.
Ia menegaskan Pemkab Nagekeo siap memfasilitasi kebutuhan di lapangan agar pembangunan SMAN Katolik segera terealisasi.
“Kehadiran SMAN Katolik di Malaruma Lape adalah kabar baik bagi dunia pendidikan Nagekeo. Kami berharap sekolah ini menjadi tempat lahirnya pemimpin masa depan yang beriman, berilmu, dan mencintai daerahnya,” kata Gonzalo.
Pembangunan SMAN Katolik di Malaruma Lape ditargetkan dimulai dalam waktu dekat, setelah seluruh tahapan administrasi dan teknis selesai. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Anton Harus










