Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasar Rabu Boawae Dinilai Berjalan di Tempat - FloresPos Net

Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasar Rabu Boawae Dinilai Berjalan di Tempat

- Jurnalis

Rabu, 8 Januari 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Boawae Ipda Ferdi Leonard Mina Belo

Kapolsek Boawae Ipda Ferdi Leonard Mina Belo

MBAY, FLORESPOS.net-Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di pasar rabu yang di laporkan oleh korban Makarius Bawo, terhadap terduga pelaku LT pada 11 September 2024 lalu di Polsek Boawae di nilai berjalan di tempat.

Demikian disampaikan Maria Selvia Wula, istri korban Makarius Bawo kepada Florespos.net, Rabu (8/1/2025).

Maria Wula menceritakan awal mula kasus penganiayaan berat itu. “Awalnya, sapi milik kami hilang. Berdasarkan informasi yang di dapat korban, bahwa sapi miliknya dengan ciri-cirinya warnanya ada di Pasar Rabu Boawae,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Maria Wula, hari itu juga korban bersamanya langsung menuju Pasar Rabu Boawae. Dalam perjalanan ke Pasar Rabu Boawae, dia mampir di Polsek Boawae untuk meminta pihak keamanan bersama-sama mengecek kebenaran apa sapi miliknya atau bukan.

Maria Wula lalu di dampingi dua anggota Polsek Boawae menuju Pasar Rabu. Tiba di Pasar Rabu, mereka bersama-sama dengan dua anggota Polsek Boawae itu melihat sapi yang berdasarkan informasi dan ciri-ciri sapi korban yang hilang itu.

Baca Juga :  Ngada Kuasai Pasar Hortikultura di Kota Super Premium Labuan Bajo

Tak lama kemudian terduga pelaku berinisial LT muncul dan langsung marah-marah. Terduga pelaku mengeluarkan kata-kata kotor terhadap korban Makarius Bawo. Setelah itu, terduga pelaku langsung memukul korban pada bagian pipi kiri sebanyak satu kali di hadapan dua anggota Polsek tersebut.

Sehingga korban terjatuh ke bawah tanah. Pihaknya langsung melapor kejadian itu di Polsek Boawae dengan nomor surat laporan, LP/B/13/IX/2024/SPKT/Polsek Boawae/Polres Nagekeo.

Menurut Maria Wula. terkait laporan itu sampai saat ini belum ada proses hukum selanjutnya. Belum ada tindak lanjut kasus dugaan penganiayaan berat terhadap suaminya.

Pihaknya pada beberapa hari yang lalu mendapatkan surat panggilan ke Polsek Boawaa sebagai saksi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang di laporan oleh terduga LT.

“Kami sebagai masyarakat biasa merasa heran. Kasus kami lapor sudah lama tidak segera proses hukum, ko tiba-tiba kami dapat surat panggilan sebagai saksi atas laporan Lorensius Toda yang katanya suami saya melakukan pencemaran nama baik terhadapnya,” kata Maria Wula.

Kasus Dugaan Penganiayaan Masih Berjalan

Baca Juga :  Krisis BBM di Nagekeo, Ratusan Meter Antrian di SPBU, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Secara terpisah Kapolsek Boawae Ipda Ferdi Leonard Mina Belo membantah bahwa kasus dugaan penganiayaan itu berjalan di tempat. Kata Fredi Belo, kasus itu masih berjalan.

“Kasus penganiayaan itu kita sudah gelar perkara di Polres Nagekeo dan hasilnya masuk dalam tindak pidana ringan atau tipiring,” kata Fredi Belo kepada Florespos.net, Rabu (8/1/2025).

Karena itu, kata Fredi Belo, pihaknya memberi kesempatan kepada kedua pihak sesuai permintaan terlapor untuk pendekatan secara kekeluargaan dengan meminta maaf karena sudah mengakui perbuatannya salah.

Pendekatan ini, katanya, bertujuan untuk memulihkan keadaan semula dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.

Menurut Fredi Belo, terkait lamanya proses kasus tersebut bukan di sengaja. Akan tetapi, pihaknya bertabrakan dengan Pilkada saat itu.

“Penanganan kasus itu bukan sengaja kita perlambat. Akan tetapi saat itu bertepatan dengan Pilkada. Kita fokus pengamanan Pilkda. Selanjutnya kita melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sehingga kasus itu baru di gelar beberapa hari lalu di Polres Nagekeo,” katanya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Bupati Juventus Ajak KKSS Merawat Toleransi dan Bersama Membangun Kabupaten Sikka
Hewan Kurban di KKSS Sikka Alami Peningkatan 300 Persen
SMA Negeri 1 Nangapanda Ukir Sejarah di Hari Raya Idul Qurban
Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)
Berita ini 2,578 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:24 WITA

Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:12 WITA

Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:53 WITA

Bupati Juventus Ajak KKSS Merawat Toleransi dan Bersama Membangun Kabupaten Sikka

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:21 WITA

Hewan Kurban di KKSS Sikka Alami Peningkatan 300 Persen

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

Desa Kita

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA