MBAY, FLORESPOS.net-Ratusan meter antrian kendaraan terlihat di SPBU Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Berdasarkan informasi yang beredar, pasokan BBM di wilayah tersebut diperkirakan baru akan tersedia pada sore hari, menyebabkan warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan warga yang merasa kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Banyak dari mereka yang mengkritik pemerintah, meminta agar persoalan ini segera diatasi dan tidak mempersulit rakyat.
“Pemerintah harus lebih serius menangani masalah ini. Kami sudah cukup lama menunggu, dan sangat sulit mendapatkan BBM di sini,” ujar Eman Ara salah satu warga yang ikut antrian BBM, Sabtu (9/8/2025) siang.
Pemerintah daerah, kata Eman diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM ini, baik dengan meningkatkan pasokan maupun memperbaiki distribusi, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Situasi ini juga menjadi perhatian serius bagi para pengusaha dan pelaku usaha di wilayah tersebut yang merasa terganggu dengan kondisi ini.
Sementara itu, Manajer SPBU Mbay Lorens Tara mengakui hal itu. Ia mengatakan kelangkaan BBM seperti Pertalite dan Pertamax itu, sudah berjalan hampir satu minggu. Hal itu kata Lorens bahwa kelangkaan BBM itu dari terjadi dari depok Ende.
Menurutnya berdasarkan hasil koordinasi dengan Depok Ende, bahwa kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax itu karena kapal tengker belum masuk.
Ditanya kapan BBM akan tiba di Nagekeo, Lorens mengatakan BBM jenis Pertalite dan Pertamax akan tiba di Mbay nanti Sabtu (9/8/2025) sore, sekitar pukul 16.00 wita.
Ia meminta kepada masyarakat Nagekeo agar tetap bersabar. “Kita tidak mau stok habis. Tapi ini karena memang terjadi dari depok. Karena alasan kapal tengker terlambat masuk akibat cuaca di laut,” kata Lorens.
Phak SPBU Mbay sendiri berupaya untuk melayani sebanyak mungkin kendaraan yang mengantri, meskipun dengan keterbatasan stok yang ada. Pihaknya berharap dapat segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini demi menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










