Percepatan Tender Proyek DAK 2025 di Manggarai Timur Sesuai Arahan Kementerian PUPR - FloresPos Net

Percepatan Tender Proyek DAK 2025 di Manggarai Timur Sesuai Arahan Kementerian PUPR

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Satu paket proyek berbiaya dana alokasi khusus (DAK) 2025 mulai ditender Dinas PUPR Manggarai Timur (Matim), NTT pada Desember 2024 ini.

Tender proyek yang lebih cepat dari biasanya ini, kendati mendapat sorotan, jelas bahwa tidak keluar dari ketentuan aturan yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Keuangan RI No.25 Tahun 2024 tentang pengelolaan Dana Alokasi khusus fisik.

Tindak lanjutnya berupa arahan Kementerian PUPR melalui surat No: PR024-Sf/411 dengan perihal: Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan DAK Fisik Jalan, Irigasi, Air Minum, Sanitasi Tahun Anggaran 2025.

“Yang kami lakukan ada legalitasnya. Jadi, tidak asal dilakukan percepatan tender proyek DAK itu,” ujar Plt. Kepala Dinas PUPR Matim, Ferdi Mbembok dalam rilisnya diterima wartawan, Kamis (18/12/2024).

Menurutnya, dalam arahan itu, Kementerian PUPR mendorong setiap pemerintah daerah agar melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa melalui lelang dini pada Desember tahun 2024.

Melalui lelang dini tersebut diharapkan penandatanganan kontrak kegiatan dapat dilakukan Januari Tahun 2025 sehingga selisih nilai RK DAK (Pagu DAK) dengan nilai kontrak dapat dioptimalkan.

Baca Juga :  Floratama Learning Center: Pengembangan Ekowisata Bahari di Labuan Bajo Flores

Dan, penyaluran DAK tahap I dapat diajukan pada kesempatan pertama penyaluran, yaitu bulan Februari 2025.

Dikatakan, optimalisasi percepatan lelang dini yang bisa dilakukan baru pada DAK bidang jalan saja karena menjadi salah satu beban kinerja yang besar untuk tahun 2025.

Lalu, dokumen pendukungnya pun sudah lengkap sehingga Dinas PUPR mendorong untuk dilakukan lelang dini di POKJA ULP.

Dengan itu, jika jalan lancar, maka target kontrak kerja bisa diteken Januari TA 2025.

Menurutnya, besaran alokasi DAK untuk setiap tahunnya sangat dipengaruhi oleh realisasi kinerja pelaksanaan DAK tahun sebelumnya.

Artinya jika kinerja kita pada tahun 2025 baik, tentunya akan berdampak secara signifikan pada alokasi DAK TA 2026.

“Kami berharap, semoga langkah percepatan ini didukung oleh semua pihak. Semakin cepat kita proses, semakin cepat realisasinya. Dan, paling penting makin cepat pula dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nantinya,” katanya.

Tentang adanya isu intervensi yang tersiar di media tertentu dalam percepatan ini, Plt. Ferdi menjelaskan, bahwa tidak ada intervensi dari siapapun pada level pelaksana teknis sampai dengan sekarang ini.

Baca Juga :  BPBD Lakukan Kajian Lapangan Terkait Longsor di Desa Golo Wune 

Semangatnya adalah mengejar kinerja yang baik dan cepat. Dengan itu, maka sudah pasti manfaatnya semakin cepat dirasakan masyarakat.

Kepala ULP Setda Matim, Ignas Woda, mengatakan paket jalan yang bersumber dari DAK tahun anggaran 2025, yakni paket peningkatan ruas jalan Raong-Woko Ledu-Wirung.

“Paket proyek itu sudah dilelang. Ada sekitar 10 perusahan yang ikut. Prosesnya sudah masuk tahapan evaluasi penawaran. Dan, jadwal tanda tangan kontrak paling lambat 4 Januari 2025,” katanya.

Paket proyek jalan itu anggarannya Rp 27,4 miliar dengan konstruksi hot rolled sheet (HRS). Lepas pengumuman tender per 9 Desember lalu.

Untuk DAK yang lain, Ignas Woda mengatakan, sejauh ini belum bisa ditender. Sebabnya, persiapan dokumen belum rampung di tingkat PPK OPD.

Saat ini, persiapan dokumen bervariasi seperti masih pada tahap perencanaan dan bahkan ada pula yang belum sampai pada tahapan tersebut. *

Penulis : Christo Lawudin

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Berita ini 358 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WITA

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Berita Terbaru