ENDE, FLORESPOS.net-Akademi klub sepak bola Flores United FC sukses menyelenggarakan turnamen internal antar unit akademi yang bertajuk Friendly Match Grassroot festival.
Turnamen internal antar akademi yang digelar di lapangan Syuradikara Ende berlangsung tiga hari sejak Senin (16/12/2024) dan berakhir pada Rabu (18/12/2024).
Turnamen internal pertama diikuti oleh tiga unit akademi yaitu Mataloko Bajawa, Ende Kota dan Ekoae Kabupaten Ende minus tiga unit akademi yaitu Kodam Adonara, Waigete Maumere dan Nangaba Ende. Tiga unit akademi ini mengirimkan anak-anak didik U-10, U-13 dan U-15.
Manajer akademi sepak bola Flores United FC, Ferdi Lidang Witi mengatakan turnamen internal ini adalah ajang evaluasi semesteran dari setiap unit akademi setelah pelatihan dan pembinaan selama kurang lebih enam bulan.
Ajang ini juga menjadi ruang silahturahmi dan membangun kekeluargaan keluarga besar akademi Flores United FC.
“Dalam waktu tiga hari ini semangat sesama anak akademi sangat terlihat. Saat di lapangan mereka bertarung layaknya lawan namun setelah itu mereka berbaur dan saling mengenal,” katanya.
Manajemen melihat ada perkembangan positif di setiap kelompok usia pada setiap pertandingan. Ia berharap para coach di setiap akademi tetap eksis membina anak-anak untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepak bola dan mimpi Flores United FC menuju pentas sepak bola nasional.
Pada turnamen internal antar akademi manajemen juga menyiapkan hadiah berupa piala untuk memberikan motivasi kepada anak-anak.
Para pelatih dari tiga akademi yang mengikuti Friendly Match Grassroot festival Akademi Flores United FC mengaku senang dan bangga. Kata mereka turnamen ini adalah ruang membangun persaudaraan sesama anak Flores United FC.
“Kami sangat berterimakasih dengan adanya turnamen seperti ini karena sangat memberikan motivasi bagi anak-anak dan para pengurus akademi,” kata Coach Yanuarius Rewa dari Akademi Mataloko.
Akademi Mataloko menyampaikan terima kasih kepada Presiden Klub, Senator Angelius Wake Kako (AWK) yang telah memberikan perhatian untuk pembangunan sepak bola di Flores.
“Terima kasih AWK. Kami tambah semangat. Saat ini siswa kami ada 60 lebih orang dan setelah pulang pasti bertambah,” katanya.
Kris Sawa, pelatih dari Akademi Ekoae mengatakan melalui turnamen ini anak-anak bisa meningkatkan kepercayaan diri.
Ia berharap akademi sepak bola Flores United tetap berkembang dan menjadi klub bola profesional di Flores, NTT.
Hal senada juga dikatakan oleh para coach dari unit akademi Ende. Mereka berharap Friendly Match Grassroot festival Akademi Flores United rutin dilaksanakan setiap tahun. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










