ENDE, FLORESPOS.net-Perayaan Salve Agung pemberkatan berbagai perlengkapan milik para Diakon yang akan ditahbiskan menjadi Imam Serikat Sabda Allah-SVD (Societas Verbi Divini) di Gereja Santo Yosef Onekore, Keuskupan Agung Ende, Jumat (4/10/2024), dipimpin Pater Anang Bhara, SVD
Pater Anang dalam homilinya mengatakan, “Terangmu Harus Bersinar di Depan Orang Lain”, menjadi tema dalam refleksi perayaan Salve Agung menjelang tahbisan 13 Imam baru SVD di Gereja Paroki Santo Yosef Onekore.
Menurut Pater Anang, SVD, tema ini diinspirasi dari Kapitel Jendral SVD ke-19 di Roma. Mengutip pesan Mgr.Paulus Budi Kleden, Uskup Keuskupan Agung Ende pada Kapital Jendral SVD ke-19 di Roma, Pater Anang meminta para Diakon yang ditahbiskan menjadi Imam untuk terus menjadi terang bagi sesama. Para Imam tidak boleh menyembunyikan cahaya Tuhan bagi sesama.
“Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Agung kita saat perayaan Ekaristi penutupan kapitel terakhir SVD di Roma berpesan kepada setiap anggota SVD untuk, pertama menjadi Nabi, yang kedua, menjadi saudara bagi yang lain dan yang ketiga menjadi agen-agen yang siap berkolaborasi dengan Tuhan dan sesama. Marilah kita semua bertanggungjawab, terlibat, tidak menyembunyikan cahaya Tuhan di dalam diri kita dan terus mencari sebesar-besarnya bagi kemuliaan Tuhan. Dan semoga kita semua menjadi mercusuar-mercusuar harapan bagi dunia yang sedang terluka,” kata Pater Anang Bhara, SVD.

Perayaan Salve Agung jelang pentahbisan 13 Imam dihadiri Vikjend KAE, RD. Yosef Daslan Moang Kabu, Provinsial SVD Ende, RP. Eman Embu, SVD, para Imam, biarawan, biarawati, orangtua, keluarga para Diakon serta umat Paroki Onekore.
Lebih lanjut Pater Anang menyebutkan, teks injil yang diambil dalam Salve Agung diambil dari Injil Mateus. Injil ini dikenal sebagai injil Ecclesia, injil gereja, injil komunitas,karena ditulis berangkat dari pengalaman iman umat dalam pergumulan dengan dunia baru.
“Penggalan teks kita hari ini adalah bagian dari kotbah di bukit. Kotbah ini adalah yang pertama dari lima kotbah besar Yesus dalam injilMateus,” katanya.
Pater Anang menerangkan, bab kelima memaparkan ucapan bahagia dan dilanjutkan oleh ajakan Yesus untuk menjadi garam dunia dan terang dunia, yang terjemahan setia dalam teks asli menjadi garam bumi dan terang dunia.
Deklarasi Yesus kepada para pendengarnya, kamu adalah garam dunia dan terang dunia merupakan penugasan bagi komunitas Mateus untuk menjadi lebih bertanggungjawab dan terlibat dalam kehidupan.
Kata Pater Anang, figur penting yang dipakai dalam teks ini adalah garam dan terang.
“Kita fokus pada tema terang bagi dunia. Kitab suci memberi hal istimewa pada tema terang sebagai unsur yang penting dalam kehidupan. Kitab kejadian misalnya membuka kisahnya dengan kisah bahwa yang pertama diciptakan oleh Allah adalah terang. Bangsa israel menemukan kiasan cahaya secara figuratif untuk menggambarkan Allah yang dipercayai”.
“Ketika Allah menemani bangsa Israel dari tanah Mesir dalam rupa tiang api dan tiang awan. Lebih lanjut mazmur jug amenyebut Allah sebagai sumber cahaya. Allah adalah cahaya dan dalam sumber cahayaMu kami melhat cahaya”.
Pater Anang menegaskan, Allah memberikan cahaya-Nya agar manusia mengenal jalan dan mengikutinya. Umat Allah diajak untuk menjadi terang. Lalu bagaimana agar kita menjadi terang? Saya kira ada tiga hal agar kita menjadi terang dari bacaan sore ini, katanya.
Pertama, menjadi pribadi-pribadi yang bertanggungjawab. Mateus menjawab untuk menjadi terang haruslah melalui perbuatan-perbuatan baik. Seorang penulis Martha Garcia Fernandez menyebut bahwa yang memancar itu adalah perbuatan, tindakan dan cara hidup.
“Kemuliaan bukan datang pakaian, dari gelar atau dari status tetapi dari cara kita menghidupi panggilan kita masing-masing. Baik sebagai umat, imam ataupun biarawan, biarawati atau misionaris”.
Pater Anang mengingatkan umat Allah bahwa yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah orang yang mengajar lewat kata-kata, tetapi menjadi saksi Kristus melalui perbuatan.
“Memberi cahaya adalah sebuah tanggungjawab. Memancarkan c ahaya terhadap kehidupan di sekitar, terhadap sesama, terhadap dunia dan lingkungan hidup rumah kita satu-satuya sebagai rumah bersama. Yesus berbicara tentang cahaya yang ada dalam diri kita masing-masing yang berasal dari Tuhan itu sendiri”.
Kedua, berusaha agar Cahaya Tuhan Tidak Padam atau Disembunyikan. Walau tidak dipungkiri manusia dihadapkan dengan rintangan yang dapat menghalangi kualitas cahaya Tuhan dalam hidup.
“Namun kita perlu kembali memancarkan cahaya itu. Konstitusi kita (Serikat Sabda Allah) mengingatkan bahwa kekuatan dan dasar spiritulitas kita adalah, keberakaran pada Sabda Allah. Setelah pengalaman spiritul yang penuh sukacita dan penuh rasa syukur dalam tahbisan ini, kita diajak untuk turun dari Tabor dari bukit cahaya untuk siap bergelut dengan realiatas dalam perjumpaan dengan yang lain. Untuk itu perlu dan siap mendengar, siap untuk diinjli kembali”.
“Pengalaman misi di Ekuador menyadarkan saya(Pater Anang) bahawa seorang missionaris bukan saja mewartakan tetapi juga siap untuk diwartakan, diinjili kembali, diubah, bukan sekadar membawa Yesus tetapi juga menemukan Yesus dan kerajaanNya dalam budaya orang Ekuador, orang Mestiso, orang Indian dan orang-orang keturunan Afrika”.
Singkatnya, Pater Anang mengajak para Imam dan para Diakon yang ditahbiskan mesti diinjili oleh orang-orang kepada siapa akan diutus.
“Akhirnya hidupilah panggilan kita masing-masing dengan semangat Kristus bersama umat, bersama saudara setarekat, dan para Imam yang lain. Teristimewa dengan sabda Allah itu sendiri,” kata pater Anang.
Setelah Salve Agung, 13 Diakon SVD siap ditahbiskan menjadi Imam oleh Mgr. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar, Sabtu (5/10/2024) pagi di Gereja Santo Yosef Onekore. *
Penulis : Anton Harus
Editor : Wentho Eliando










