Lomba Inovasi Daerah Flores Timur, Ini 8 Inovasi Peraih Terbaik Tahun 2024 - FloresPos Net

Lomba Inovasi Daerah Flores Timur, Ini 8 Inovasi Peraih Terbaik Tahun 2024

- Jurnalis

Jumat, 23 Agustus 2024 - 21:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Pembuatan Keripik Singkong Cheva Chips di Rumah Produksi Kampung Creatif Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. Foto: Wentho Eliando

Proses Pembuatan Keripik Singkong Cheva Chips di Rumah Produksi Kampung Creatif Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. Foto: Wentho Eliando

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lomba Inovasi Daerah (LID) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024 baru saja selesai.

Pemda melalui Bappelitbangda Flores Timur sebagai penyelenggara sudah mengumumkan dan memberikan piagam penghargaan bagi terbaik pertama, terbaik kedua dan terbaik ketiga dalam tiga kategori yang dilombakan pada Malam Toast Kenegaraan pada 17 Agustus 2024.

8 Inovasi Terbaik Tahun 2024

Adapun 8 peraih terbaik LID Tahun 2024 yang diumumkan Bappelitbangda Kabupaten Flores Timur.

Kategori Tata Kelola Pemerintahan; terbaik pertama diraih Inovasi Berguna Kita diusulkan oleh Francis A.M. Langkamau dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PKO) Flores Timur, terbaik kedua diraih Inovasi Suket Bebas Temuan yang diusulkan oleh Inspektorat Daerah Flores Timur.

Kategori Pelayanan Publik; terbaik pertama Inovasi Tane Hoe (Kurikulum Tenun Ikat SMP) yang diusulkan oleh SMPK St. Isidorus Lewotala, terbaik kedua Inovasi Gercep Ha Te dengan Jus Selasi diusulkan oleh Simplisia Tokan Fortunata dari Puskesmas Witihama dan terbaik ketiga Inovasi Cantik Iva diusulkan oleh Anastasia Palang Suban dari Puskesmas Waiwadan.

Kategori Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Budaya; terbaik pertama Inovasi Creva Chips diusulkan oleh Yosep Finus, terbaik kedua Inovasi Kelly Gege Travel diusulkan Yohanes Doni Paron dan terbaik ketiga Inovasi Gio’s English Club diusulkan oleh Ratna Ully.

Sedikit Gambaran 8 Inovasi Terbaik LID Flores Timur Tahun 2024.

1. Inovasi Berguna Kita

Inovasi Berguna Kita “Bersama Guru untuk Anak Kita” diusulkan oleh Francis A.M. Langkamau dari Dinas PKO Kabupaten Flores Timur.

Inovasi Berguna Kita dirancang dalam bentuk aplikasi Google Workspace. Aplikasi ini menggunakan link dan barcokde melalui handphone maupun computer/laptop dengan lima menu utama, yakni Buku Kunjungan, Layanan Konsultasi Daring, Survey Layanan, Kolaborator Layanan dan Infomasi Layanan Bidang Pendidikan.

Inovasi Berguna Kita ini dirancang didasari Kabupaten Flores Timur merupakan daerah kepulauan sehingga untuk sampai kantor Dinas PKO, para guru harus mengorbankan banyak waktu, biaya dan resiko.

Kecenderungan guru langsung berkomunikasi dengan pihak PKO bahkan untuk urusan yang seharusnya dapat diselesaikan oleh Kepala Sekolah atau operator sekolah atau melalui konsultasi daring. Sehingga setiap hari Dinas PKO penuh dengan guru.

Kunjungan guru ke Dinas PKO apapun masalahnya “semoga”, artinya belum pasti akan dilayani atau tidak karena bisa saja pejabat atau pegawai yang ditujuh tidak berada di tempat.

Saat bersamaan, anak didik kehilangan waktu untuk bersama guru (kelas sering kosong). Guru tidak fokus mengajar karena masih resah dan galau dengan urusannya yang belum selesai. Dan system buku tamu manual sulit di evaluasi.

Singkatnya, inovasi ini dirancang untuk mengurangi jumlah dan frekuensi kunjungan guru ke Dinas PKO Flores Timur yang mana akan berdampak langsung pada menghemat biaya, waktu dan resiko.

Baca Juga :  Kapolres Flores Timur Siram Anggota dengan Air Kembang, Ada Apa?

Waktu guru bersama anak-anak didik di kelas akan dengan sendirinya lebih maksimal. Meningkatkan kepuasan guru terhadap kinerja pelayanan Dinas PKO Flores Timur. Informasi kunjungan dan kinerja pelayanan Dinas PKO Flores Timur dapat dievaluasi secara berkala dengan data yang akurat.

2. Inovasi Suket Bebas Temuan

Inovasi Suket Bebas Temuan diusulkan Hendrikus Hane Ritan, Emanuel Yoseph Ike Sili, dan Aloysius Jeinious da Gomes dari Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur dengan jenis inovasi digital atau daring (online).

Inovasi ini dirancang karena secara konvensional pengajuan Surat Keterangan (Suket) Bebas Temuan seperti Tugas Belajar, Mutasi ASN, Seleksi Jabatan Tinggi Pratama dan lainnya dimulai dengan pengguna layanan datang ke Inspektor Daerah untuk mencari informasi persyaratan.

Setelah itu, pengguna layanan melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan menyerahkan kepada petugas untuk dilakukan verifikasi kelengkapan dokumen dan penelaan. Petugas membuat draf, diregistrasi dan diserahkan ke pengguna layanan.

Prosedur pengajuan tersebut membutuhkan waktu dua hari kerja dan bisa lebih lama lagi. Berdasarkan hal itu, dirancang layanan inovasi Suket Bebas Temuan.

Melalui inovasi Suket Bebas Temuan ini bisa dilakukan secara daring dalam waktu 60 menit. Proses pengajuan dan pemeriksaan dokumen dilakukan melalui platform online.

3. Inovasi Kurikulum Tenun Ikat SMP (Tane Hoe)

Inovasi Kurikulum Tenun Ikat SMP (Tane Hoe) diusulkan oleh Kepala Sekolah dan Guru SMPK Santo Isidorus Lewotala.

Inovasi ini merupakan salah satu implementasi dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam aspek pelestarian budaya lokal.

Inovasi ini lahir karena salah satu masalah, yakni minim atau ketiadaan penenun muda yang kelak berdampak hilangnya tradisi menenun dan hilangnya motif tenun ikat.

Kepala Sekolah dan para guru SMPK Santo Isidorus Lewotala merancang bangun panduan praktis dan tetap sasar yang termuat dalam kurikulum Tenun Ikat SMP.

Sekolah yang berdomisili di Lewotala, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, sudah menerapkan P5 dengan Kurikulum Tenun Ikat SMP pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan sistem regular dan tahun pelajaran 2023/2024 dengan sistem BLOK.

Para pelajaran SMPK St. Isidorus Lewotala Kelas 7 dan Kelas 8 belajar menenun mulai dari pengenalan sampai pada praktik yang semuanya dilaksanakan dalam modul pembelajaran. Materi menenun dibawakan oleh narasumber para penenun dari Desa Bantala, Desa Riangkotek dan Desa Painapang.

4. Inovasi Gercep Ha Te dengan Jus Selasi

Inovasi ini diusulkan Simplisia Tokan Fortunata dari Puskesmas Witihama, Pulau Adonara. Inovasi ini dibuat untuk mengurangi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang meningkat yang tersebar di 16 desa dalam wilayah Puskesmas Witihama.

Baca Juga :  PAD Pariwisata Flotim Bertengger di Rp 26 Juta, Gabungan Komisi: Banyak Anggaran Digelontorkan, Pendapatan Masih Jauh dari Target

UPTD Puskesmas Witihama mengambil langkah promotif Gerak Cerdik Peduli Hipertensi dengan Jus Semangka dan Labu Siam (Gercep Ha Te Jus Selasi).

Inovasi ini dibuat dengan memanfaatkan campuran buah dan sayuran segar diproses dan dikemas dalam bentuk jus sehat, ekonomis, dan bisa diolah sendiri dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) dalam 30 menit sehari.

5. Inovasi Cantik Iva

Inovasi Cantik Iva (Inpeksi Visual With Asam Asesat) diusulkan oleh Anastasia Palang Suban dari Puskesmas Waiwadan, Pulau Adonara.

Inovasi ini dirancang karena latarbelakang minimnya kesadaran wanita berusia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Waiwadan yang sudah pernah berhubungan sex untuk melakukan pemeriksaan dalam rangka pencegahan kanker rahim.

Cantik Iva melakukan proses mencari, menemukan, memeriksa dan melakukan cryotherapi. Inovasi ini berjalan sejak tahun 2017 hingga sekarang dan mengalami kemajuan yang nyata dalam upaya pencegahan terhadap kelompok sasar.

6. Inovasi Cheva Chips

Inovasi Creva Chips diusulkan oleh Yosep Finus dari Kampung Creatif Witihama, Pulau Adonara.

Cheva Chips adalah keripik singkong produksi Kampung Creative Witihama, Pulau Adonara.

Cheva Chips lahir dari keprihatinan Kampung Creatif melihat harga hasil kebun petani khususnya singkong (ubi kayu) yang tidak memenuhi standar pasar.

Inovasi ini merupakan sebuah sistem manajemen yang dikemas dengan metode pembelajaran rasional untuk menghadapi perkembangan industri menuju Masyarakat Ekonomi Asean yang mengacu pada digitalpreneur mindset dan attitude.

Sistem manajemen yang dihadirkan dari inovasi ini, yakni mulai dari proses pengadaan singkong dari petani, penyediaan bahan pendukung, proses pembuatan keripik, tenaga kerja, hingga pemasaran produk keripik singkong, Cheva Chips.

7. Inovasi Kelly Gege Travel

Inovasi Kelly Gege Travel diusulkan oleh Yohanes Doni Paron dari Witihama, Pulau Adonara.

Inovasi penyedia jasa transportasi dengan mobil di wilayah Pulau Adonara khususnya penghubung wilayah Kecamatan Witihama, Kecamatan Kelubagolit dan wilayah Koli, dengan tujuan Tanah Merah dan Tobilota atau sebaliknya atau pada jam yang sudah ditentukan dengan tarif yang relatif terjangkau.

Selain itu, Kelly Gege Travel juga menyediakan jasa transporasi umum untuk tamasya atau keperluan lain di seputar Pulau Adonara dengan sistem carteran.

8. Inovasi Gio’s English Club

Inovasi Gio’s English Club diusulkan oleh Ratna Ully. Inovasi ini merupakan sebuah grup belajar bahasa Inggris untuk anak Sekolah Dasar di Kota Larantuka.

Grup ini membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak melalui kegiatan menarik dan menyenangkan dengan pendekatan edukatif, inspiratif dan reflektif. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban
KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang
Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN
KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang
Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa
WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT
WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat
Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan
Berita ini 292 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:25 WITA

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:20 WITA

KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WITA

Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:48 WITA

KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:34 WITA

Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terbaru