ENDE, FLORESPOS.net-Kardinal Indonesia, Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Presidium KWI, Mgr Antonius Bunjamin, Uskup Brisbane Australia dan 12 uskup dari Indonesia sudah tiba di Ende untuk mengikuti pentahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Agung Ende, Mgr Paulus Budi Kleden pada 22 Agustus 2024 di gereja paroki Katedral Ende.
Sementara Duta Besar Vatikan Untuk Indonesia, Mgr Pioppo Piero tiba di Ende, Kamis (22/8/2024) pagi pukul 07.30 WITA.
Kedatangan Kardinal, Ketua KWI dan para Uskup yang ikut dalam rombongan itu disambut oleh penjabat bupati Ende, Nagekeo dan sekda Ngada dan sejumlah pejabat dari Kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada.
Kardinal, Presidium KWI dan para uskup disambut dengan tarian kolaborasi dari siswi SMAKN St Thomas Morus Ende dan MAN Ende.
Saat keluar dari halaman Bandara Ende menuju penginapan di hotel Grand Wisata, rombongan Kardinal disambut pagar betis siswa-siswi MIN 1 Ende, MIN 4 dan MTS Negeri 1 Ende.
Para uskup yang datang bersama Kardinal dan Ketua KWI antara lain Uskup Brisbane Australia, Uskup Agung Medan, Uskup Tanjung Karang, Uskup Agung Samarinda, Uskup Padang, Uskup Sintang, Uskup Ketapang, Uskup Banjarmasin, Uskup Uskup Denpasar, Uskup Palembang, Uskup Sanggau, Uskup Sibolga dan Uskup Purwokerto.
Kepala Kantor Kementerian Agama Ende, Niko Nama Payon kepada Florespos.net, Selasa (20/8/2024) malam mengatakan Kementerian Agama secara institusi memanfaatkan semua momen untuk mempertegas harapan dari Menteri Agama dalam program- programnya. Salah satu program yaitu penguatan moderasi beragama.
Terkait dengan momen rangkaian penyambutan dan menjelang tahbisan uskup terpilih, Kemenag Ende bersama lembaga pendidikan yang berada dibawa naungannya turut ambil bagian.
Dikatakannya pada saat penjemputan uskup terpilih, Kementerian Agama menghadirkan drum band dari MAN dan pagar betis dari para pelajar muslim dari sekolah yang berada dibawa naungannya.
Sedangkan pada saat penjemputan para uskup di bandara, Kemenag Ende akan menampilkan tarian kolaborasi dari MAN Ende dan SMAK Negeri St Thomas Morus Ende.
“Kita tampilkan seperti ini untuk mempertegas bahwa kita adalah saudara. Pesan moralnya kepada masyarakat beragama di Ende dan di luar bahwa Ende adalah rahim pancasila dan laboratorium toleransi,”katanya. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










