Perumda Wae Mbeliling Reviu Perencanaan Air Bersih Labuan Bajo - FloresPos Net

Perumda Wae Mbeliling Reviu Perencanaan Air Bersih Labuan Bajo

- Jurnalis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT akan melakukan reviu terhadap perencanaan pengelolaan air bersih 2019 di Labuan Bajo dan sekitar.

Pasalnya perencanaan 2019 tidak sesuai lagi perkembangan Labuan Bajo sekarang. Pertumbuhan penduduk dan infrastruktur hotel, restoran serta lain-lain di Labuan Bajo dan sekitar terlalu cepat dan amat signifikan, magnetnya pariwisata.

Demikian diungkapkan Direktur Perumda Wae Mbeliling, Eurelius Hubertus Endo menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Ia diminta tanggapan terkait blueprint Perumda Wae Mbeliling menuju Indonesia emas 2045. Di sisi lain, Mabar daerah pariwisata super prioritas, akan ada korelasi/hubungan dengan ketersediaan air baku di Mabar ke depan. Air kebutuhan dasar manusia.

Menurut Endo, kebutuhan akan air bersih di Labuan Bajo dan sekitar tahun-tahun terakhir dipenuhi oleh SPAM Wae Mese I dan SPAM Wae Mese II, total kapasitas terpasang 140 liter/detik. Kapasitas Wae Mese I sebesar 40 liter/detik dan sisanya Wae Mese II.

Diungkapkan, sampai sekarang kesiapan air baku di Mabar masih tergolong aman, masih sesuai perencanaan 2019, khususnya di Labuan Bajo dan sekitar. Tetapi ke depannya, sepertinya tidak lagi sesuai, akan terjadi pergeseran.

Baca Juga :  Kemendagri Tegaskan Peran Penting Desa untuk Kemajuan RI

Hal itu dipicu oleh pertumbuhan penduduk yang kian meningkat, dan pertumbuhan infrastruktur perhotelan, restoran dan lain-lain juga semakin banyak, signifikan, spektakuler.

“Saya punya kekewatiran akan terjadi pergeseran perencanaan. Itu mengacu pada pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan infrastruktur,” kata Endo.

Sekarang, katanya, pertumbuhan penduduk dan perluasan permukiman warga di Labuan Bajo dan sekitarnya semakin spektakuler. Ada persawahan/lahan pertanian/perkebunan di Labuan Bajo dan sekitar banyak yang beralih fungsi menjadi area permukiman.

Contohnya antara lain kawasan persawahan Losbaba dan Sernaru yang telah beralih fungsi menjadi area permukiman. Kedua lokasi persawahan tersebut bagian dari Labuan Bajo, ibu Kota Mabar.

Sehubungan dengan hal ini, kata Endo, Perumda Wae Mbeliling berkewajiban untuk rencanakan ulang terkait blueprint air bersih kota Labuan Bajo dan sekitar.

“Kita hitung ulang terkait  ini,” kata Endo.

Lanjut Endo, mengacu pada Manggarai Barat dalam angka 2019, bahwa populasi penduduk Mabar saat itu 2,32%, sekarang 6,6% dalam kota Labuan Bajo, naik tajam.

Baca Juga :  Polri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Mauponggo

Masih Endo, dengan adanya Perpres tentang KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Labuan Bajo beberapa waktu lalu, pertumbuhan tersebut sudah ada pergeseran, semakin meningkat.

Karenanya Perumda Wae Mbeliling lakukan reviu terhadap hasil perencanaan 2019 tentang kebutuhan air bersih di Labuan  Bajo dan sekitarnya.

Perlu dilakukan perhitungan kembali terhadap eksisting sekarang untuk proyeksi 2045. Hitung kembali untuk proyeksi persiapan air baku. Semua potensi harus dihitung dalam bentuk bisnis.

“Yang ini khusus air laut, karena konsumennya kelas atas semua, seperti hotel-hotel,” ujar Endo.

Ketersediaan air baku di Mabar semakin menurun, maka air laut dipakai, ada teknologinya. Air laut untuk bisnis, sehingga SPAM Wae Mese I dan II untuk permukiman. Sekarang pertumbuhan Labuan Bajo per Juli 2024 sebesar 6,6% dari sebelumnya 2,32% di 2019, magnetnya pariwisata.

Perhitungan ulang harus sejak dini, jangan tunggu masalah, jangan tunggu guncangan, dan jangan stagna berpikir. Reviu jangka pendek 2025-2029, tetapi berkelanjutan sampai 2045. Petakan mitigasi resiko, kata Endo. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA