LABUAN BAJO, FLORESPO.net-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI) Sandiaga Salahuddin Uno menanam pohon di taman/kawasan hutan Para Puar Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/4/2024).
Kegiatan ini terkait peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 53 Real Estate Indonesia (REI) 2024. Kawasan hutan/taman Para Puar dikelola Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). BPOLBF bagian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kegiatan ini kerja sama REI dan BPOLBF.
Pada kesempatan sama, Bupati Mabar NTT Edistasius Endi dan Ketua Umum REI Joko Suranto dan jajarannya melakukan hal serupa, penanaman pohon. Jenis yang ditanam yakni pohon kelapa hias sejumlah 52 pohon. Tanam di kiri kanan jalan dalam taman/kawasan Para Puar, sebelah menyebelah jalan masing-masing 26 pohon.
Joko Suranto mengungkapkan, kegiatan penanaman pohon di Para Puar terkait HUT REI ke 52 tahun 2024 merupakan cara REI untuk berterimakasih semuannya. Tanam di Para Puar juga bagian dari program tanam sejuta pohon dari REI di 2024. Bagi REI program sejuta pohon sangat penting. Ini bentuk terima kasih terhadap anak cucu, lingkungan.
Menanam pohon, masih Joko Suranto, adalah untuk kebaikan Indonesia, bentuk sayang buat anak cucu/generasi Indonesia. Lingkungan, hutan harus lestari. Menanam pohon untuk mengatasi kerusakan hutan/lingkungan. Pohon memproduksi/penghasil, oksigen, katanya.
Bupati Edi berterimakasih atas aksi nyata (tanam pohon) REI-RI yang memilih tempat di Para Puar Mabar pada HUT-nya ke 52 tahun 2024, sekaligus menanam pohon. Dengan begitu berarti kita semua bertekat meningkatkan ekonomi hijau di 2045.
Kepada REI, Bupati Edi yang eks Ketua DPRD Mabar tersebut juga meminta pihak REI untuk tanam pohon endemik di Para Puar. Ini karya monumental, terimakasih REI, katanya.
Menteri Sandi ungkapkan, HUT REI ke 52 di Labuan Bajo tahun 2024 membawah berkah buat masyarakat setempat dari sisi ekonomi kreatif. Pihak REI dan keluarganya berjumlah banyak.
“Mereka datang pas low seasion paling tidak ada belanja di Labuan Bajo. Pengeluaran hotel, makan minum, cenderamata dan lainnya. Ini bagus untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.
Diharapkan Labuan Bajo kelak menjadi green tourism. Kepada REI, juga dipersilakan untuk menanamkan modal di daerah itu, Labuan Bajo Mabar, kata Menteri Sandi.
Pada kesempatan itu, REI menyerahkan 200 anakan pohon trembesi swngon kepada pihak BPOLBF.
HadirHadir pada kegiatan tersebut di antaranya Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF Konstant Mardinandus Nandus serta lain-lain.
Sebelum kembali ke Jakarta pada sore hari yang sama, Menteri Sandi bersama Bupati Edi dan jajaran REI bertolak menuju Golo Mori di selatan timur Labuan Bajo atau sekitar 25 kilo meter dari Para Puar. Tujuannya untuk penandatanganan prasti sarana air bersih dan atap Mesjid setempat yang dibantu REI.
Cuaca Labuan Bajo hari itu kurang bersahabat. Pagi tampak cerah, termasuk di Para Puar, namun siang hingga sore diguyur hujan lebat. Hari-hari sebelumnya intensitas hujan di Labuan Bajo juga tinggi. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










