LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Eurelius Hubertus Endo tegas menolak meteran air bersih yang bersifat hibah, karena merugikan perusahaan tersebut.
Perumda Wae Mbeliling milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), khusus menangani air bersih di Mabar.
Kepada Florespos.net di Labuan Bajo ibu kota Mabar baru-baru ini, Endo mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya banyak menerima meteran hibah dari Provinsi NTT untuk pasang di pelanggan-pelanggan setempat. Namun belakangan meteran- meteran itu sudah rusak walau umurnya masih dibawah 5 tahun.
“Umur meteran-meteran (air) itu mungkin belum tiga tahun tapi sekarang sudah rusak. Saya tidak mau terima lagi meteran hibah ke depannya, kapok. Saya tolak, rugi besar kita,” ujar Endo.
Diduga kuat meter-meteran hibah tersebut tidak ditera. Dampaknya, Perumda Wae Mbeliling rugi besar selama ini. Makanya Perumda Wae Mbeliling sekarang ganti semua meteran itu, kata Endo.
Hans, pelanggan Perumda Wae Mbeliling pada kesempatan yang sama mengakui meteran air di rumahnya selama ini rusak walau sekarang sudah diperbaiki pihak Perumda Wae Mbeliling.
Endo menambah, ketersediaan air bersih di wilayah pelayanan teknis Perumda Wae Mbeleling untuk Tahun 2023 dipastikan aman, termasuk di kota Labuan Bajo dan sekitarnya.
Untuk kota Labuan Bajo dan sekitar, kondisi air di permukaan sumur sadap atau intake di SPAM Wae Mese I dan SPAM Wae Mese II sampai saat ini 3,32 meter. Itu berarti aman, yang tidak aman kecuali di bawah itu.
“Saya pastikan ketersediaan air baku kita aman sampai akhir tahun (2023), kata Endo, tanggapi media ini terkait kondisi air bersih untuk konsumsi masyarakat Mabar, khususnya selama musim kemarau sekarang.
Pada 2023 ini pihak Perumda Wae Mbeliling juga sering membantu air bersih dalam bentuk air curah untuk masyarakat di kota Labuan Bajo dan sekitar manakala kekurangan air bersih. Didrop dengan mobil-mobil tangki, geratis, termasuk di musim kemarau sekarang, antara lain buat masyarakat Gorontalo Labuan Bajo, tutup Endo. *
Penulis: Andre Durung/editor:Anton Harus










